Dalam suasana hangat penuh kekeluargaan, Gubernur Kalteng H. Agustiar Sabran didampingi Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Kalteng, Leonard S. Ampung, yang juga menjabat Kepala Bapperida Kalteng, berdialog langsung dengan para tokoh adat Dayak dari seluruh penjuru provinsi.
Leonard Ampung, yang menjadi koordinator kegiatan, menekankan pentingnya merawat persatuan dan memperkuat kolaborasi antarorganisasi adat dalam mendukung pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
“Setiap organisasi Dayak harus selaras dan kompak dalam membangun Kalimantan Tengah. Tidak boleh ada pengotak-kotakan. Kita harus satu dalam visi, demi kemajuan bersama,” tegas Leonard dalam sambutannya.
Ia menambahkan bahwa kekuatan solidaritas terbangun dari tiga hal: semangat, chemistry, dan silaturahmi. Ketiganya menjadi fondasi utama dalam memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan para pemangku adat.
Pertemuan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga forum strategis untuk menyerap aspirasi dari para Damang sebagai pemegang otoritas adat di tingkat wilayah. Gubernur Kalteng, kata Leonard, siap mendengarkan masukan dan menyerap gagasan untuk menjawab berbagai isu aktual yang berkembang di masyarakat adat.
“Banyak isu-isu strategis yang akan dibahas dalam pertemuan ini. Dan Gubernur hadir dengan semangat terbuka untuk mendengarkan langsung aspirasi para Damang,” ujarnya.
Acara tersebut dihadiri oleh jajaran Kepala OPD Pemprov Kalteng, Ketua Harian Dewan Adat Dayak Provinsi, Ketua Dewan Adat Dayak kabupaten/kota, Koordinator Forum Damang, serta seluruh Damang Kepala Adat dari berbagai wilayah Kalteng.
Dengan kehadiran para tokoh adat dan pejabat pemerintahan dalam satu forum dialog, kegiatan ini mencerminkan semangat kolaborasi antara budaya dan birokrasi – dua elemen penting yang harus sejalan dalam membangun Kalimantan Tengah yang maju dan bermartabat. (Nala)
