Alih-alih hanya berfokus pada penegakan hukum, personel Polres dan jajarannya bahu-membahu bersama masyarakat membersihkan tempat ibadah dari berbagai denominasi: masjid, gereja, dan pura. Ini bukan sekadar bersih-bersih, melainkan sebuah gestur kuat yang melampaui sekat-sekat perbedaan, menegaskan bahwa kepedulian terhadap kebersihan dan kenyamanan ruang ibadah adalah tanggung jawab bersama.
Kapolres Pohuwato, AKBP H. Busroni, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian integral dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-79. Beliau menekankan bahwa kegiatan ini bertujuan ganda: pertama, sebagai wujud nyata kepedulian Polri terhadap fasilitas ibadah; kedua, dan yang tak kalah penting, sebagai jembatan untuk mempererat silaturahmi dan sinergi antara Polri, masyarakat, dan tokoh agama. Dampak positifnya diharapkan akan terasa dalam peningkatan rasa persaudaraan antarumat beragama di Pohuwato, menciptakan iklim kehidupan yang damai dan kondusif.
Melalui Bakti Religi ini, Polres Pohuwato tidak hanya menjalankan perannya sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, tetapi juga sebagai agen perekat sosial. Mereka menunjukkan bahwa keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tidak hanya dibangun melalui penegakan hukum yang tegas, tetapi juga melalui kepedulian, kebersamaan, dan penghormatan terhadap nilai-nilai spiritual yang dijunjung tinggi oleh seluruh lapisan masyarakat. Ini adalah potret Bhayangkara yang hadir bukan hanya dengan seragam dan senjata, tetapi dengan hati yang tulus untuk membangun persatuan. (***)
