Kunjungan tersebut bukan sekadar formalitas protokoler, tetapi merupakan bagian dari langkah konkret dalam membangun arsitektur keamanan maritim yang tangguh di wilayah pesisir Gorontalo. Mengingat wilayah ini memiliki garis pantai yang panjang serta perairan strategis yang rentan terhadap berbagai potensi ancaman, seperti penyelundupan, perompakan, dan pelanggaran batas laut, kolaborasi lintas institusi menjadi keniscayaan.
Dalam suasana penuh keakraban, Kapolda dan Danlantamal mendiskusikan sejumlah isu strategis, mulai dari penguatan patroli laut bersama, peningkatan koordinasi intelijen, hingga perencanaan kegiatan terpadu antara TNI AL dan Polri di wilayah pesisir dan pulau-pulau terluar.
Kapolda Gorontalo, Irjen Pol. R. Eko Wahyu Prasetyo, menegaskan bahwa kolaborasi ini menjadi pondasi dalam menciptakan stabilitas kawasan:
“Kami menyambut hangat kunjungan ini sebagai bentuk penguatan soliditas TNI-Polri. Keamanan perairan adalah bagian penting dari keamanan nasional. Sinergi ini diharapkan mampu menjadi tameng yang kokoh bagi masyarakat pesisir dan menjadi contoh kolaborasi yang harmonis di seluruh Indonesia,” ujar beliau.
Sementara itu, Danlantamal VIII, Laksma TNI May Franky Pasuna Sihombing, menyampaikan bahwa kolaborasi operasional dengan Polda Gorontalo sangat strategis dalam konteks pertahanan terintegrasi:
“Kunjungan ini merupakan momentum mempererat sinergi dan merancang kegiatan bersama yang mengutamakan keamanan wilayah laut sebagai pintu gerbang ekonomi dan pertahanan. Kami ingin membangun budaya kerja sama yang berkelanjutan,” tegasnya.
Pertemuan ini menjadi simbol kebangkitan kekuatan maritim daerah yang tidak berdiri sendiri, tetapi terintegrasi dalam kerangka pertahanan negara. Semakin kokoh sinergi TNI AL dan Polri, semakin tangguh pula pertahanan kedaulatan bangsa, tidak hanya di darat, tetapi hingga ke batas cakrawala Nusantara. (***)
