Sebanyak 50 paket sembako dibagikan langsung oleh Kapolsek Taluditi, Ipda Ismail Dai, S.H., didampingi anggota dan Bhayangkari. Aksi ini bukan sekadar bantuan logistik, tetapi juga menjadi simbol hadirnya Polri sebagai garda depan yang humanis, yang hadir di tengah masyarakat saat membutuhkan dukungan dan harapan.
“Ini adalah bentuk nyata bahwa Polri bukan hanya penegak hukum, tetapi juga mitra yang turut merasakan duka masyarakat saat tertimpa bencana. Bantuan ini kami harapkan bisa sedikit mengurangi beban dan mempererat rasa kebersamaan,” tutur Kapolsek Ismail dengan empati.
Langkah ini mencerminkan perubahan wajah Polri yang semakin mengedepankan pendekatan sosial. Polsek Taluditi membuktikan bahwa kehadiran institusi negara harus menyentuh sisi kemanusiaan, terutama di masa sulit akibat bencana alam.
Warga Desa Pancakarsa 1 menyambut baik inisiatif tersebut. Rasa haru dan ucapan terima kasih mewarnai suasana, mencerminkan bahwa aksi kecil dengan ketulusan dapat menjadi jembatan besar antara institusi dan masyarakat.
“Kami merasa tidak sendiri. Terima kasih Polsek Taluditi, semoga Polri terus jadi sahabat rakyat,” ungkap seorang warga dengan mata berkaca-kaca.
Momentum Hari Bhayangkara ke-79 ini menjadi pengingat bahwa kekuatan Polri tak hanya ada pada seragam dan kewenangan hukum, tetapi juga pada tangan-tangan yang terulur membantu dan hati yang peduli. Karena di balik tugas dan atribut, ada nilai kemanusiaan yang tak boleh hilang: Polisi Peduli, Rakyat Tangguh. (***)
