Turnamen ini menjadi lebih dari sekadar ajang kompetisi olahraga. Dengan melibatkan jajaran Forkopimda, pejabat utama Polda, serta komunitas tenis dari berbagai kalangan, kejuaraan ini merepresentasikan sinergi antara aparat kepolisian, pemerintah daerah, TNI, dan masyarakat sipil dalam wadah sportivitas.
Dalam sambutannya, Kapolda Gorontalo menekankan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi bagian dari perayaan institusional, melainkan juga sebagai bentuk penguatan kebersamaan dan semangat Bhayangkara.
“Melalui turnamen ini, kita ingin membangun semangat sportivitas, kekompakan, dan kebersamaan yang sejalan dengan semangat Bhayangkara dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” ujar Irjen Pol. Eko Wahyu Prasetyo.
Kapolda juga berharap turnamen ini dapat menjadi agenda tahunan yang berkelanjutan, sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi muda Gorontalo untuk menekuni olahraga tenis sebagai gaya hidup sehat dan sarana pengembangan karakter.
Olahraga sebagai Media Penyatu
Sebelum pembukaan resmi, Karo Logistik Polda Gorontalo, Kombes Pol Gunarko, S.I.K., M.Si., dalam laporannya menggarisbawahi pentingnya olahraga sebagai instrumen efektif untuk membangun disiplin, menjaga kebugaran, serta mempererat tali silaturahmi.
“Melalui turnamen tenis ini, kita ingin membangun semangat sportivitas yang positif, menciptakan komunikasi yang harmonis, dan memberikan wadah positif bagi para pecinta olahraga tenis,” jelasnya.
Turnamen ini terdiri dari tiga kategori utama: Beregu Putra antar klub (13 regu), Ganda Putri Umum (17 pasangan), dan Tunggal Junior (14 atlet putra/putri dari seluruh Provinsi Gorontalo). Pertandingan akan berlangsung selama tiga hari penuh, dengan atmosfer kompetitif yang tetap menjunjung tinggi fair play.
Merayakan Hari Bhayangkara dengan Semangat Kompetisi
Sebagai panitia pelaksana, Biro Logistik Polda Gorontalo mengucapkan terima kasih atas dukungan dari seluruh pihak dan berharap acara ini dapat menjadi simbol dari semangat Bhayangkara yang inklusif, membumi, dan menyatu dengan masyarakat.
Dalam konteks olahraga, turnamen ini juga menunjukkan bahwa institusi kepolisian tidak hanya fokus pada tugas keamanan semata, tetapi juga berperan aktif dalam pembangunan karakter dan kesehatan masyarakat melalui kegiatan olahraga yang inklusif.
Dengan semangat Bhayangkara ke-79, Turnamen Tenis Lapangan ini menjadi momentum memperkuat kolaborasi lintas sektor serta mendorong budaya hidup sehat, berprestasi, dan penuh integritas—baik di dalam maupun di luar lapangan. (***)
