Kolaborasi Kearifan Lokal dan Keamanan Modern: Polda Gorontalo Gandeng Dewan Adat Jaga Harmoni Sosial

Kolaborasi Kearifan Lokal dan Keamanan Modern: Polda Gorontalo Gandeng Dewan Adat Jaga Harmoni Sosial (Foto: Polri)

Gorontalo, 7 Juli 2025 — Pendekatan keamanan di Gorontalo memasuki babak baru yang lebih inklusif dan berbasis budaya. Kepolisian Daerah (Polda) Gorontalo menggandeng Dewan Adat Provinsi Gorontalo dalam sebuah audiensi strategis yang digelar di Lobby Presisi II, Senin (07/07), guna memperkuat peran nilai-nilai kearifan lokal dalam menjaga stabilitas sosial dan ketertiban masyarakat.

Kunjungan yang dipimpin langsung oleh Pengawas Dewan Adat, Abdullah Taufik Gobel, bersama jajaran pengurus, diterima secara hangat oleh Kapolda Gorontalo, Irjen Pol. Drs. R. Eko Wahyu Prasetyo, S.H. Audiensi ini menandai langkah nyata sinergitas antara institusi keamanan modern dengan lembaga adat sebagai garda moral masyarakat.

Dalam suasana yang penuh kekeluargaan, kedua belah pihak membahas pentingnya pencegahan konflik sosial melalui jalur adat serta perlunya pendekatan budaya dalam penegakan hukum. Kapolda menekankan bahwa penanganan masalah-masalah sosial di Gorontalo membutuhkan dukungan dari seluruh unsur, termasuk lembaga adat yang memiliki akar kuat di masyarakat.

“Pendekatan kultural terbukti mampu menjadi jembatan dalam menyelesaikan persoalan sosial. Polri tidak bisa bekerja sendiri. Kami butuh mitra strategis seperti Dewan Adat yang memahami denyut kehidupan masyarakat,” ujar Irjen Eko Wahyu.

Sementara itu, Dewan Adat menyampaikan harapan agar keterlibatan tokoh adat tidak hanya sebatas simbolik, tetapi benar-benar diintegrasikan dalam program-program kepolisian, mulai dari penyuluhan hukum berbasis budaya hingga mediasi sosial di tingkat komunitas.

Sebagai hasil dari pertemuan tersebut, disepakati penguatan kerja sama dalam bentuk kegiatan preventif dan edukatif yang menyentuh langsung masyarakat akar rumput. Mulai dari pelibatan tokoh adat dalam pemeliharaan kamtibmas hingga revitalisasi nilai-nilai budaya sebagai fondasi sosial.

Langkah ini menunjukkan bahwa keamanan daerah tak hanya dibangun dengan pendekatan represif, tetapi juga melalui kolaborasi dengan institusi yang menjadi cermin nilai-nilai lokal. Di tengah dinamika sosial yang terus berubah, sinergi antara Polri dan Dewan Adat menjadi bukti bahwa menjaga keamanan adalah tugas bersama — dengan akar budaya sebagai fondasi yang tak tergantikan. (***)

You cannot copy content of this page

Exit mobile version