Kegiatan ini tidak sekadar memberikan informasi, tetapi juga menanamkan nilai karakter dan kesadaran agar pelajar mampu menjadi garda terdepan dalam memutus rantai peredaran narkoba.
Dipimpin langsung oleh IPDA Ahludin Utina, S.I.P., sosialisasi tersebut merupakan tindak lanjut instruksi Kapolda Gorontalo melalui Direktur Narkoba untuk memperkuat edukasi di lingkungan pendidikan menengah. Upaya ini juga masuk dalam rencana kerja Ditresnarkoba Polda Gorontalo tahun 2025.
Dalam pemaparannya, IPDA Ahludin menekankan bahwa perlawanan terhadap narkoba tidak bisa hanya dibebankan pada aparat kepolisian. “Peran sekolah, guru, dan orang tua sangat penting untuk membangun benteng pertahanan bagi generasi muda. Para siswa harus dibekali kemampuan menolak dan menjauhi narkoba sejak dini,” tegasnya.
Para siswa juga diajak menjadi agen perubahan di lingkungannya dengan menyebarkan pesan anti-narkoba kepada teman sebaya. Strategi yang disampaikan meliputi mengenali jenis-jenis narkoba, memahami bahaya bagi kesehatan dan masa depan, serta membangun komunikasi terbuka di keluarga maupun sekolah.
Kepala SMA Negeri 3 Gorontalo Utara menyambut baik kegiatan tersebut dan menilai langkah Ditresnarkoba Polda Gorontalo sebagai investasi jangka panjang bagi generasi muda. “Kami berharap kegiatan semacam ini rutin dilakukan agar semakin banyak siswa yang memiliki ketahanan diri terhadap godaan narkoba,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, pelajar tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga dorongan moral untuk berperan sebagai agen positif dalam menjaga lingkungan sekolah maupun masyarakat dari bahaya narkoba. ###
