Direktorat Samapta Polda Papua bergerak cepat dengan menurunkan satu unit Armoured Water Cannon (AWC) serta personel Patroli Presisi Tombak Kancil 5.0 ke lokasi kejadian. Tak berselang lama, bantuan tambahan berupa dua unit AWC dari Satuan Brimob Polda Papua dan Polresta Jayapura Kota tiba di lokasi untuk memperkuat proses pemadaman.
Ketiga unit AWC tersebut dikerahkan dari berbagai sisi guna memutus penyebaran api yang mulai mendekati blok rumah lainnya. Personel Polri bahu membahu bersama prajurit TNI di dalam kompleks untuk menahan laju kobaran api yang semakin membesar.
Di sisi lain, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Jayapura juga mengoperasikan sedikitnya tiga unit mobil damkar, dibantu delapan unit water supply untuk menjaga tekanan air tetap stabil selama proses pemadaman. Sinergitas lintas instansi ini mempercepat proses pendinginan dan mencegah api kembali menyala akibat perubahan arah angin.
Sekitar pukul 10.30 WIT, atau satu jam setelah api pertama kali terlihat, kebakaran berhasil dikendalikan sepenuhnya. Proses pendinginan kemudian dilakukan untuk memastikan tidak ada bara api yang tersisa.
Keberhasilan pemadaman ini menjadi bukti nyata kuatnya koordinasi dan kecepatan respons antara TNI, Polri, dan pemerintah daerah dalam menghadapi situasi darurat. “Kolaborasi di lapangan menunjukkan bahwa semangat sinergi TNI–Polri tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga dalam melindungi keselamatan masyarakat,” ungkap salah satu perwira di lokasi.
Berdasarkan data awal, tidak ditemukan korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, sekitar 19 hingga 22 unit rumah dilaporkan hangus terbakar dengan estimasi kerugian mencapai miliaran rupiah.
Pasca kejadian, aparat kepolisian telah memasang garis polisi di area kebakaran dan memulai proses penyelidikan bersama Denpom XVII/Cenderawasih untuk memastikan penyebab pasti insiden tersebut.
Kehadiran cepat aparat di lapangan tidak hanya mempercepat proses pemadaman, tetapi juga menjadi bukti nyata komitmen Polri dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan terbaik kepada masyarakat di setiap situasi darurat. (***)
