Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, yang turut didampingi oleh Menko Pangan Dr. Zulkifli Hasan, Menteri Pertanian Dr. Andi Amran Sulaiman, serta Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariadi.
Dari jajaran kepolisian, hadir Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, bersama Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi dan Dirut Perum Bulog Mayjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani.
Di Sulawesi Tengah, kegiatan dipusatkan di bawah koordinasi Kapolda Irjen Pol Dr. Agus Nugroho, yang hadir bersama Wakapolda Brigjen Pol Dr. Helmi Kwarta Kusuma Putra, Irwasda, dan seluruh Pejabat Utama Polda Sulteng. Di tingkat daerah, para Kapolres ikut bergerak serentak bersama Forkopimda dan kelompok tani di wilayah masing-masing.
Sinergi Polri dan Petani: Dari Keamanan ke Ketahanan
Dalam sambutannya, Kapolda Sulteng Irjen Pol Agus Nugroho menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan perwujudan nyata kepedulian Polri terhadap masa depan pangan bangsa.
“Ini bentuk dukungan kami terhadap kebijakan pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan, sekaligus upaya meningkatkan kesejahteraan petani melalui optimalisasi lahan pertanian,” ungkapnya.
Untuk kuartal IV tahun 2025, Polda Sulteng menargetkan lahan seluas 1.864,50 hektare, dengan produktivitas rata-rata 4 ton per hektare. Artinya, sekitar 7.458 ton jagung diperkirakan siap dipanen dalam 90 hari ke depan.
Jika digabungkan dengan hasil dari kuartal I hingga III, Polda Sulteng telah menggarap 3.825,31 hektare lahan dengan total hasil panen mencapai lebih dari 15 ribu ton jagung. Angka tersebut mencerminkan hasil kerja kolaboratif yang terus tumbuh dari waktu ke waktu.
Teknologi dan Gotong Royong: Pilar Produksi yang Efisien
Untuk memperkuat produktivitas, Polda Sulteng menurunkan dukungan sarana dan prasarana berupa 1 tractor, 125 hand tractor, 93 alat tanam jagung, serta 24 unit perontok jagung.
Semua itu dimanfaatkan oleh 1.120 kelompok tani yang beranggotakan lebih dari 16 ribu petani di seluruh wilayah Sulawesi Tengah.
Kolaborasi antara aparat kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat petani menjadi kunci keberhasilan. Polri hadir bukan hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai penggerak semangat kemandirian ekonomi melalui pertanian.
Menanam Jagung, Menumbuhkan Harapan
Kapolda Sulteng menegaskan, dukungan Polri terhadap Program Asta Cita Ketahanan Pangan akan terus berlanjut.
“Kami percaya, kolaborasi antara Polri, pemerintah daerah, dan kelompok tani akan membawa dampak besar dalam memperkuat ketahanan pangan di Sulawesi Tengah,” tegas Irjen Agus Nugroho.
Lebih dari sekadar menanam jagung, kegiatan ini menanam optimisme: bahwa dengan sinergi, kerja keras, dan semangat gotong royong, Indonesia dapat benar-benar berdiri di atas kaki sendiri dalam urusan pangan. ###
