Menurut keterangan pemilik, Raditya Airlangga, peristiwa bermula sekitar pukul 08.30 WIB saat dirinya tengah menurunkan ampas bleaching earth dari sebuah dump truk kiriman dari Mojokerto. Bahan tersebut akan diolah menjadi briket arang.
“Ampas yang saya turunkan baru sekitar 70 persen, tapi tiba-tiba terkena knalpot dump truk dan muncul percikan api. Seketika bahan itu terbakar dan api cepat membesar. Truk sempat saya majukan sekitar tujuh meter keluar bangunan, tapi saya terkena percikan api di bagian tangan dan mengalami luka bakar ringan,” jelas Raditya.
Tak lama setelah itu, api membesar dan menyambar bangunan kayu bekas pengolahan minyak mentah serta beberapa bull tank bekas penampung minyak yang sudah tiga minggu tak digunakan. Asap hitam pekat membumbung tinggi, menarik perhatian warga sekitar yang kemudian melapor ke pihak desa dan kepolisian, serta menghubungi Pos Pemadam Kebakaran (Damkar) terdekat.
Salah satu saksi mata, Suwarno (46), membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia mengatakan, bantuan pemadam tiba tak lama setelah laporan diterima.
“Sekitar pukul 10.22 WIB, satu unit Damkar dari Pos Singgahan tiba di lokasi dan langsung melakukan pemadaman. Kemudian pukul 10.30 WIB, datang tambahan satu unit Damkar dari Pos Jatirogo untuk membantu proses pemadaman. Sekitar pukul 11.30 WIB, api sudah berhasil dipadamkan sekitar 90 persen, tinggal proses pendinginan menunggu bantuan dari Damkar Tuban,” terang Suwarno.
Beruntung dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa. Namun, sebagian bangunan bekas pengolahan minyak dan bahan baku briket dilaporkan habis terbakar. Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran tersebut.
