Tuban, 23 Oktober 2025 – Warga Desa Mander, Kecamatan Tambakboyo, Kabupaten Tuban mengeluhkan kondisi jalan yang kembali rusak padahal baru sekitar satu tahun diperbaiki melalui proyek peningkatan jalan antar Desa Plajan–Mander. Proyek dengan nilai fantastis mencapai Rp 1.140.000.000 yang bersumber dari APBD Kabupaten Tuban tahun anggaran 2024 itu kini dipertanyakan kualitasnya.
Pekerjaan jalan tersebut diketahui dikerjakan oleh CV. Karya Agung , perusahaan yang menjadi pemenang tender untuk proyek peningkatan jalan antar desa tersebut. Namun, hasil pekerjaan yang terkesan “asal jadi” kini menuai kritik tajam dari masyarakat.
Salah satu warga setempat yang enggan disebutkan namanya menyampaikan rasa kecewanya terhadap kondisi jalan tersebut.
“Sekitar baru kurang lebih setahun jalan itu diperbaiki, pak, tapi sekarang sudah rusak lagi. Padahal tidak dilewati truk-truk besar,” ujarnya kepada awak media, Kamis (23/10/2025).
Warga itu menilai, pemerintah daerah seharusnya melakukan pengawasan lebih ketat agar pekerjaan proyek bernilai miliaran rupiah tidak dikerjakan secara asal-asalan.
“Ini pekerjaan pakai dana miliaran rupiah, tapi belum genap setahun sudah hancur. Pemerintah daerah seharusnya tegas dalam mengawasi proyek seperti ini. Kalau dibiarkan, masyarakat lagi yang dirugikan,” tandasnya.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Tuban, Basdi, belum memberikan tanggapan meski telah dikonfirmasi oleh awak media melalui pesan singkat.
Kondisi ini memunculkan tanda tanya besar soal kualitas dan pengawasan pelaksanaan proyek infrastruktur di Tuban, terutama yang bersumber dari uang rakyat. Jalan yang seharusnya menjadi akses vital antar desa kini justru kembali menyulitkan masyarakat akibat kerusakan dini.
Publik pun berharap, pihak Inspektorat dan Aparat Penegak Hukum (APH) segera turun tangan untuk menelusuri dugaan lemahnya kualitas pekerjaan proyek tersebut, agar tidak ada lagi pembangunan infrastruktur yang hanya kuat di atas kertas namun rapuh di lapangan.
















