Tuban, 31 Oktober 2025 — Setelah sebelumnya masyarakat dibuat resah dengan kualitas Pertalite yang dinilai menurun hingga menyebabkan kendaraan bermasalah dan masuk bengkel, kini muncul persoalan baru: kelangkaan Solar di berbagai SPBU di Kabupaten Tuban dan sekitarnya.
Sejumlah sopir truk dan nelayan mengeluhkan sulitnya mendapatkan BBM bersubsidi jenis Solar, yang kini sering “kosong” di SPBU sejak beberapa hari terakhir. Akibatnya, banyak kendaraan besar terpaksa antre panjang, bahkan sebagian memilih parkir menunggu pasokan datang.
“Kemarin sempat ramai soal Pertalite yang bikin motor banyak mogok, sekarang giliran Solar yang langka. Kami bingung, setiap kali ada masalah BBM, yang rugi tetap masyarakat kecil,” ujar yono (45), sopir truk asal Jawa tengah , kepada awak media, Jumat (31/10/2025).
Tak hanya sopir, nelayan di wilayah pesisir pun mulai terdampak. Mereka mengaku sulit melaut karena stok Solar untuk perahu tak kunjung tersedia.
“Kami butuh Solar untuk melaut, tapi sudah tiga hari ini kosong terus. Kalau begini terus, penghasilan kami terhenti,” keluh Hadi, nelayan asal Kecamatan Bancar bulu .
Sementara itu, hingga berita ini ditulis, pihak Pertamina maupun instansi terkait belum memberikan penjelasan resmi mengenai penyebab langkanya Solar tersebut. Kondisi ini menimbulkan tanda tanya di kalangan publik — apakah ada persoalan distribusi, kuota, atau faktor lain yang sengaja ditutup-tutupi.
Masyarakat juga masih menunggu klarifikasi dari Pertamina terkait dugaan menurunnya kualitas Pertalite yang sebelumnya viral di berbagai daerah. Banyak pengguna motor mengaku setelah mengisi Pertalite, mesin kendaraan mereka mendadak brebet, kehilangan tenaga, bahkan harus masuk bengkel.
“Kalau dulu Pertalite masih bagus, sekarang baunya saja beda, warnanya agak kekuningan. Setelah isi, motor langsung gak enak dipakai,” kata ilham,.
Publik kini mempertanyakan keseriusan pemerintah dan Pertamina dalam memastikan kualitas dan ketersediaan BBM yang layak bagi masyarakat.
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran bahwa ada masalah serius dalam rantai distribusi maupun pengawasan BBM bersubsidi yang tidak transparan.
Apalagi menjelang akhir tahun, kebutuhan BBM dipastikan meningkat seiring mobilitas masyarakat yang kian tinggi. Jika tidak segera diatasi, bukan tidak mungkin kelangkaan Solar akan berdampak pada sektor ekonomi, logistik, hingga perikanan
















