Rakernis tersebut dibuka secara resmi oleh Kapolda Gorontalo Irjen Pol. Drs. Widodo, S.H., M.H., dan dihadiri Wakapolda Brigjen Pol. Simson Zet Ringu, S.I.K., M.Si., Irwasda Kombes Pol. Rudi Haryanto, S.I.K., serta para pejabat utama Polda, Kapolres, Wakapolres, Kabag Ops, dan jajaran Pamapta dari seluruh wilayah Gorontalo.
Dalam laporannya, Karo Ops Polda Gorontalo Kombes Pol. Pramono Jati, S.I.K., M.T. menjelaskan bahwa Rakernis ini merupakan bagian dari upaya memperkuat peran satuan fungsi pelayanan publik, khususnya Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) dan Pamapta.
“SPKT adalah jantung pelayanan Polri, sedangkan Pamapta merupakan ujung tombak di lapangan. Mereka bukan hanya hadir untuk merespons, tapi juga menjadi simbol empati dan kepedulian Polri terhadap masyarakat,” tegas Kombes Pol. Pramono Jati.
Ia menambahkan, Pamapta dituntut memiliki kemampuan teknis, kecepatan, dan kepekaan sosial dalam merespons setiap peristiwa. Hal ini sejalan dengan arah kebijakan Polri yang menekankan pendekatan humanis dalam setiap penanganan di lapangan.
Sementara itu, dalam sambutannya, Kapolda Gorontalo Irjen Pol. Widodo menekankan bahwa profesionalisme dan kesiapsiagaan Pamapta merupakan kunci utama dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah hukum Polda Gorontalo.
“Pamapta adalah garis depan yang membawa nama baik institusi. Setiap langkah mereka di lapangan mencerminkan citra Polri secara keseluruhan. Karena itu, integritas, kemampuan, dan empati harus berjalan beriringan,” ujar Kapolda.
Jenderal bintang dua itu juga menegaskan bahwa Pamapta berperan penting di luar jam dinas sebagai perpanjangan tangan Kapolres dalam merespons laporan dan menangani kejadian secara cepat. Ia menyoroti pentingnya koordinasi lintas fungsi, khususnya dengan Sat Brimob, dalam menghadapi ancaman besar seperti bom atau gangguan kamtibmas berskala tinggi.
Selain sebagai forum teknis, Rakernis ini juga menjadi ruang pembinaan karakter bagi anggota Pamapta agar mampu tampil sebagai “polisi yang melayani, bukan sekadar mengamankan.” Kapolda menegaskan, profesionalisme tanpa empati akan kehilangan makna, karena masyarakat menilai Polri bukan hanya dari kecepatan bertindak, tetapi juga dari ketulusan melayani.
Kegiatan yang berlangsung dengan tertib dan penuh antusias itu ditutup oleh Karo Ops Kombes Pol. Pramono Jati, yang menyampaikan apresiasi atas partisipasi seluruh peserta. Ia berharap Rakernis ini menjadi pijakan untuk memperkuat kualitas operasional dan pelayanan publik Polri di Gorontalo.
“Pamapta adalah wajah pertama Polri di lapangan. Mari jadikan hasil Rakernis ini sebagai bekal untuk meningkatkan kemampuan teknis, profesionalisme, dan sikap humanis, agar Polri semakin dipercaya dan dicintai masyarakat,” pungkasnya. ###
