Dalam kegiatan tersebut, seluruh siswa diwajibkan mengenakan baju profesi sesuai cita-cita mereka masing-masing. Mulai dari seragam guru, dokter, perawat, tentara, polisi, hingga pegawai negeri. Pihak sekolah menetapkan aturan berpakaian yang sopan dan sesuai etika, seperti tidak mengenakan pakaian ketat serta tetap menggunakan sepatu sekolah.
Pembina OSIS, Nursica Angesti, S.Pd, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan semangat nasionalisme sekaligus memotivasi siswa agar memiliki cita-cita dan semangat berjuang seperti para pahlawan.
“Kami ingin para siswa belajar meneladani nilai perjuangan para pahlawan — disiplin, berani, dan pantang menyerah — dengan cara yang menyenangkan dan bermakna,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMAN 1 Kenduruan, Nur Ida Hasanantin, menuturkan bahwa Hari Pahlawan adalah momentum penting untuk mengenang jasa para pejuang bangsa.
“Mereka berkorban nyawa, harta, dan waktu demi kemerdekaan yang kita nikmati hari ini. Karena itu, Hari Pahlawan bukan hanya sekadar peringatan, melainkan juga ajakan untuk meneladani semangat mereka dan menjaga persatuan bangsa,” ujarnya.
Dari ratusan siswa yang mengikuti kegiatan tersebut, ada satu sosok siswi yang mencuri perhatian. Suci Wahyu Ramdhani, siswi kelas XII-3, tampil mengenakan seragam mirip dengan sang kepala sekolah. Ketika dikonfirmasi, Suci mengaku memilih profesi kepala sekolah karena sangat mengagumi sosok dan karakter Bu Nur Ida.
“Saya ingin seperti beliau. Beliau sosok yang santun, peduli terhadap lingkungan, dan selalu memperhatikan kebutuhan siswa. Itu yang membuat saya kagum dan ingin meniru keteladanan beliau,” tutur Suci dengan bangga.
Kegiatan berlangsung dengan penuh semangat dan antusiasme. Para siswa tampak berpose dan saling berbagi cerita tentang profesi impian mereka di masa depan. Suasana sekolah pun berubah menjadi lautan warna-warni profesi, mencerminkan semangat juang dan cita-cita generasi muda penerus bangsa.
Dengan kegiatan seperti ini, SMAN 1 Kenduruan tidak hanya memperingati Hari Pahlawan secara seremonial, tetapi juga menanamkan nilai kepemimpinan, tanggung jawab, dan semangat perjuangan dalam diri setiap siswanya.
