Cepatnya Brimob Turun Tangan, Tak Secepat Arus yang Menelan Dua Bocah di Atinggola

Cepatnya Brimob Turun Tangan, Tak Secepat Arus yang Menelan Dua Bocah di Atinggola (Foto: Polri)

GORONTALO UTARA — Peristiwa tragis di Sungai Andagile, Desa Kotajin, Kecamatan Atinggola, pada Minggu (16/11/2025) menyisakan duka mendalam. Dua bocah kakak beradik, Mohammad Alif Halim (11) dan Abdul Malik Halim (9), kehilangan nyawa setelah terseret arus deras saat berenang. Namun di balik duka tersebut, terlihat jelas bagaimana respons cepat aparat Brimob Polda Gorontalo dan warga sekitar berperan penting dalam proses pencarian.

Kejadian bermula ketika Alif yang sedang berenang tiba-tiba terseret aliran sungai. Hanya dalam hitungan menit, ia melambaikan tangan meminta pertolongan. Melihat kakaknya dalam bahaya, adiknya, Abdul Malik, spontan melompat ke air untuk membantu. Namun arus yang kuat justru menyeret mereka berdua.

Mendapat laporan dari warga yang menyaksikan kejadian itu, personel Brimob Polda Gorontalo langsung bergerak. Dansat Brimob Polda Gorontalo Kombes Pol. Danu Waspodo, S.I.K., mengungkapkan bahwa Brigadir Ikmal Lahilote, anggota Batalyon C Pelopor, menjadi personel pertama yang merespons.

“Begitu menerima informasi dari warga, Brigadir Ikmal langsung melakukan penyisiran sepanjang aliran sungai. Respons cepat ini dilakukan bersamaan dengan upaya warga yang turut membantu,” jelas Dansat Brimob.

Upaya cepat tersebut membuahkan hasil. Alif ditemukan pertama kali tak lama setelah pencarian dimulai. Tak berselang lama, Abdul Malik juga ditemukan dan segera dievakuasi ke Puskesmas Atinggola. Namun meski penanganan medis telah diberikan, nyawa keduanya tidak dapat diselamatkan.

“Kehadiran cepat anggota Brimob dan warga sangat membantu proses pencarian. Namun derasnya arus sungai membuat kedua anak tersebut tidak bisa diselamatkan,” tambahnya.

Atas kejadian ini, pihak kepolisian kembali mengingatkan pentingnya kewaspadaan orang tua, khususnya saat anak-anak bermain di sekitar sungai, terlebih pada musim penghujan ketika debit air meningkat drastis.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa quick respon aparat dan warga sangat krusial dalam situasi darurat, namun upaya pencegahan tetap menjadi benteng utama untuk menghindari jatuhnya korban jiwa. ###

You cannot copy content of this page

Exit mobile version