Saat laga dilanjutkan, skor tetap berada di angka 1-1, menutup babak pertama dengan tensi tinggi dan adu strategi dari kedua pelatih. Namun, babak kedua menjadi panggung utama bagi PSM Molangga untuk menunjukkan identitas mereka sebagai salah satu tim paling konsisten dan kolektif di turnamen ini.
Baru dua menit babak kedua berjalan, kombinasi cepat Rifaldi Rikwan dan Anto Tampilang memecah kebuntuan. Umpan tiktak Rifaldi diselesaikan manis oleh Anto, mengubah skor menjadi 2-1. Gol tersebut menjadi pemantik dominasi PSM Molangga di paruh kedua.
Tekanan terus dilancarkan, dan Anto Tampilang kembali mencuri perhatian. Pemain yang tampil penuh percaya diri itu berhasil mencatatkan hattrick lewat gol ketiganya pada menit ke-13, membawa PSM Molangga menjauh dengan skor 3-1. Serangan, pergerakan, dan agresivitas Molangga tampak lebih hidup setelah jeda panjang.
Bina Utama Kasia tak mau menyerah begitu saja. Mereka memperkecil ketertinggalan melalui tendangan bebas langsung Ardyanto Rahmola di menit ke-28. Gol spektakuler itu menghidupkan kembali harapan Bina Utama dan membuat laga semakin seru di menit-menit akhir.
Meski terjadi jual beli serangan hingga peluit panjang dibunyikan, PSM Molangga berhasil mempertahankan keunggulan dan mengakhiri pertandingan dengan skor 3-2. Laga penuh drama ini layak dikenang sebagai salah satu pertandingan paling emosional di Tolinggula Cup, memperlihatkan betapa mental juara, konsistensi, dan kemampuan bangkit dari jeda panjang memainkan peran penting dalam kemenangan PSM Molangga. (Red)
