Pada kesempatan tersebut, Gubernur Agustiar tidak hanya menekankan pentingnya peran pers dalam menyebarluaskan kebijakan pemerintah, tetapi juga menempatkan media sebagai pilar penting dalam menjaga kualitas demokrasi melalui penyajian informasi yang objektif dan berimbang.
Ia menegaskan bahwa Pemprov Kalteng terus mendorong keterbukaan informasi publik sebagai bagian dari tata kelola pemerintahan yang modern dan akuntabel.
“Pemerintah daerah harus terbuka dan responsif. Karena itu, kami memastikan ruang komunikasi dengan media selalu tersedia sebagai bagian dari transparansi dan pelayanan publik,” ujar Agustiar.
Gubernur juga menilai bahwa di tengah pesatnya transformasi digital, kolaborasi antara pemerintah dan insan pers memiliki nilai strategis yang semakin tinggi. Selain sebagai penyebar informasi, media juga berperan mengawasi jalannya pembangunan agar tetap sesuai dengan kepentingan masyarakat.
“Kami meyakini bahwa sinergi ini harus dijaga. Pers adalah mitra pemerintah dalam mengawal pembangunan dan memberi edukasi kepada masyarakat,” tegasnya.
Pertemuan rutin tersebut juga menjadi forum untuk bertukar pandangan terkait tantangan jurnalistik modern, mulai dari dinamika pemberitaan digital, verifikasi informasi, hingga peningkatan profesionalitas di tengah kompetisi media yang semakin terbuka.
Hadir dalam kegiatan ini Asisten Perekonomian dan Pembangunan Herson B. Aden, Plt. Kepala Diskominfosantik Kalteng Ranggal Lesmana, serta para pengurus organisasi pers seperti PWI, IJTI, AMSI, AJI, SPS, AWPI, IPJI, Pewarna Indonesia, dan sejumlah media mitra pemerintah. Pertemuan ini diharapkan terus menjadi jembatan yang mempererat kolaborasi untuk mewujudkan Kalimantan Tengah yang informatif, maju, dan sejahtera. (Nala)
