Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kalteng, Muhammad Reza Prabowo, menilai bahwa tantangan pendidikan saat ini menuntut guru untuk lebih fleksibel dan selalu siap mengikuti perkembangan. Karena itu, Pemprov tidak hanya memberikan dukungan berupa tunjangan, tetapi juga merancang ruang pembelajaran baru yang menumbuhkan motivasi moral, profesional, dan spiritual.
Salah satu inovasi yang menjadi sorotan adalah Pelatihan Guru Huma Betang yang dikembangkan dengan sistem learning management system (LMS). Melalui platform ini, guru dapat mengakses materi pelatihan kapan saja—baik di sore maupun malam hari—setelah menyelesaikan kegiatan mengajar. Fitur fleksibilitas ini memungkinkan pendidik menata ritme belajar sesuai kebutuhan dan kondisi pribadi.
Reza menegaskan bahwa pendidikan digital bukan sekadar alat, melainkan strategi membangun budaya belajar berkelanjutan. Materi disampaikan oleh narasumber kompeten, sehingga kualitas pembelajaran tetap terjaga meski berlangsung secara daring.
Langkah ini, menurut Reza, merupakan bagian dari upaya menciptakan sumber daya manusia pendidikan yang profesional, adaptif, dan siap menghadapi perubahan zaman. Ia berharap kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dapat memperkuat transformasi pendidikan Kalteng menuju arah yang lebih maju. (Nala)
