Wakil Bendahara DPP, Yuke Yurike, menyampaikan penunjukan itu secara eksplisit dan menggarisbawahi bahwa mandat diberikan langsung atas keputusan resmi partai.
“DPP PDI Perjuangan memutuskan dan menetapkan Saudara Yohanes sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Kalimantan Tengah masa bakti 2025–2030,” kata Yuke, menandai babak baru konsolidasi internal PDI Perjuangan Kalteng.
Penetapan Yohanes—yang dikenal sebagai kader lapangan dengan loyalitas tinggi—dibaca sebagai langkah DPP memastikan mesin partai tetap terkendali di daerah yang menjadi salah satu lumbung suara signifikan di wilayah Kalimantan.
Tidak hanya menetapkan ketua baru, DPP juga mengesahkan dua nama personalia, Zuli Eko Prasetyo dan Yustinus Tenung. Keduanya disebut-sebut sebagai figur yang memiliki kedekatan politik dengan arus utama di tubuh PDI Perjuangan. Langkah ini menegaskan bahwa DPP tidak ingin ada celah kompromi dalam struktur baru.
Instruksi kepada Yohanes sebagai ex officio tim formatur juga sangat jelas: susun struktur, pastikan formasi solid, dan penuhi standar organisasi, termasuk 30 persen keterwakilan perempuan. Artinya, DPP ingin struktur DPD Kalteng diisi oleh orang-orang yang siap bekerja, siap bergerak, dan siap memenangkan agenda-agenda politik strategis partai.
Yohanes, yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua I DPRD Kapuas dan pernah memimpin DPC Kapuas, dianggap figur yang memahami medan politik Kalteng hingga akar rumput. Penempatan dirinya di pucuk pimpinan DPD menunjukkan bahwa partai tidak lagi bermain aman: mereka mendorong figur yang telah teruji memobilisasi dukungan di tingkat kabupaten.
Langkah ini sekaligus menepis spekulasi adanya tarik-menarik pengaruh antara elite daerah dan pusat. DPP mengirim pesan tegas bahwa arah politik PDI Perjuangan di Kalteng harus satu komando.
Dengan konfigurasi kepemimpinan baru, PDI Perjuangan Kalteng diperkirakan langsung tancap gas menyusun peta jalan politik menuju Pilkada 2029 serta konsolidasi basis suara di seluruh kabupaten/kota. Penunjukan ini dipandang sebagai upaya memperkuat stabilitas internal sekaligus meminimalisir friksi, terutama setelah pemilu 2024 menyisakan dinamika cukup keras di berbagai daerah.
Yohanes kini memegang kunci krusial: menyatukan gerbong lama dan baru, merangkul kader muda, serta memastikan PDI Perjuangan tetap menjadi kekuatan politik dominan di Kalteng.
Dengan mandat penuh dari DPP, sinyalnya jelas: PDI Perjuangan tidak sedang merapikan struktur, melainkan sedang menyiapkan mesin besar untuk kembali bertarung di arena nasional. (Nala)
