Dalam nuansa persekutuan yang penuh sukacita, Natal dimaknai sebagai momentum menghadirkan kembali nilai-nilai ilahi ke dalam kehidupan pribadi, keluarga, dan dunia kerja. Anastasia menegaskan, perayaan ini menjadi wadah mempererat persaudaraan lintas profesi kesehatan, sekaligus lintas denominasi gereja, dalam satu ikatan iman kepada Kristus.
“Para pegawai Kristen berasal dari beragam latar belakang profesi dan disiplin ilmu kesehatan. Namun dalam perayaan Natal ini, kita dipersatukan sebagai satu keluarga besar yang berlandaskan iman dan kasih,” ujarnya.
Menurut Anastasia, keberagaman denominasi gereja justru menjadi kekayaan rohani yang memperkuat makna kebersamaan. Perbedaan tidak menjadi sekat, melainkan sarana untuk saling belajar, menguatkan, dan meneguhkan iman dalam semangat persaudaraan sejati.
Tema Natal yang diangkat, “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga”, menegaskan bahwa karya keselamatan Tuhan berawal dari keluarga sebagai gereja kecil. Nilai kasih, pengorbanan, dan keteladanan Kristus diharapkan tumbuh pertama-tama di dalam rumah tangga, lalu mengalir dalam pelayanan kepada sesama.
“Dalam konteks Kalimantan Tengah, tema ini mengajak kita membangun keluarga yang kuat secara iman dan moral, agar mampu menjadi terang dan berkat di tengah masyarakat,” tutur Anastasia.
Ia menambahkan, tema dan subtema Natal juga menjadi sumber inspirasi khususnya bagi pegawai perempuan, agar mampu menyeimbangkan peran sebagai ibu, istri, profesional kesehatan, sekaligus pelayan Tuhan di tengah masyarakat.
Lebih jauh, Anastasia mengingatkan bahwa panggilan sebagai tenaga kesehatan tidak hanya bersifat profesional, tetapi juga spiritual. Nilai kasih, damai, dan persahabatan harus tercermin dalam setiap tindakan pelayanan, sejalan dengan peningkatan kompetensi dan tanggung jawab kerja.
“Jika nilai kasih dan damai Kristus sungguh dihidupi, maka kehadiran Tuhan akan nyata dalam setiap tugas, baik di ruang kerja maupun dalam pelayanan kepada masyarakat,” katanya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan pegawai yang terlibat, seraya menilai partisipasi aktif tersebut sebagai wujud komitmen bersama membangun lingkungan kerja yang harmonis dan berlandaskan iman.
Melalui perayaan Natal ini, diharapkan persaudaraan antarpegawai Kristen di lingkungan Dinas Kesehatan semakin erat, hubungan dengan pembina dan pimpinan semakin harmonis, serta semangat pelayanan semakin bertumbuh.
“Pada akhirnya, Natal mengajarkan kita untuk menghargai perbedaan, menjaga persatuan, dan merawat kesatuan, agar kasih Tuhan terus hidup dan bekerja melalui pelayanan kita,” pungkas Anastasia. (Nala)
