Namun, dugaan tersebut dibantah oleh pihak kepolisian. Kapolsek Bancar, IPTU Dwi, saat dikonfirmasi awak media menjelaskan bahwa berdasarkan hasil penyelidikan sementara, tidak ditemukan indikasi kendaraan tersebut sedang mengangkut solar maupun BBM lainnya saat kebakaran terjadi.
“Berdasarkan penyelidikan yang kami lakukan, sementara belum ditemukan indikasi mobil tersebut mengangkut solar atau BBM lainnya. Pada saat terbakar mobil tersebut tidak mengangkut apa-apa alias kosong,” jelas Kapolsek Bancar.
Lebih lanjut, Kapolsek menerangkan bahwa kebakaran diduga bermula dari percikan api yang muncul dari bagian bawah kendaraan. Api kemudian merembet ke tangki bahan bakar kendaraan hingga menyebabkan kobaran api semakin besar.
“Kebakaran tersebut bermula dari percikan api yang ada di bawah mobil dan merambah ke tangki bensin yang ada di bawah mobil, sehingga membuat api membesar. BBM yang ada di dalam tangki tumpah ke jalan sehingga menyebabkan api semakin membesar,” terangnya.
Pihak kepolisian juga telah melakukan pemeriksaan terhadap pengemudi kendaraan. Dari hasil pemeriksaan tersebut, keterangan pengemudi disebut sesuai dengan fakta yang ditemukan di lokasi kejadian.
“Pengemudi sudah kami periksa dan hasilnya sama dengan fakta di lapangan. Terkait rumor di masyarakat itu bukan merupakan tanggung jawab kami. Kami bekerja berdasarkan fakta dan data yang kami peroleh,” tegas Kapolsek.
Meski demikian, berdasarkan penelusuran awak media di lokasi kejadian, sejumlah warga menyampaikan bahwa kendaraan cold tepak tersebut diduga kerap digunakan untuk mengangkut BBM jenis solar. Namun hingga berita ini diterbitkan, informasi tersebut masih sebatas keterangan dari warga dan belum dapat dibuktikan secara resmi.
Oleh karena itu,
Peristiwa kebakaran tersebut tidak dilaporkan menimbulkan korban jiwa. Sementara itu, penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil pendalaman lebih lanjut dari pihak berwenang.
