Rangkaian Natal tersebut berlangsung dalam balutan sukacita, doa, dan kebersamaan. Tokoh agama, tokoh adat, aparat kampung, serta masyarakat setempat menyatu bersama prajurit Yonif 600/Modang, menciptakan nuansa kekeluargaan yang kental di setiap titik kegiatan.
Di Gereja Ilaga, perayaan Natal dihadiri Ketua Klasis GKII, Bapa Theis Wonda, bersama perwakilan Yonif 600/Modang, Lettu Inf Michael Fernando H. Manullang. Ibadah dan penyerahan bingkisan menjadi momen refleksi spiritual sekaligus wujud nyata perhatian TNI terhadap umat.
Kegiatan serupa juga menyentuh Kampung Wuloni, dengan kehadiran Sekretaris Desa Lazarus Wanimbo yang didampingi Letda Inf Dicky Wattimena. Dari Kampung Bendungan, Pendeta Jony Wanimbo turut memberikan doa dan dukungan, menegaskan peran gereja sebagai perekat sosial di tengah masyarakat.
Sentuhan kebersamaan semakin terasa di Kampung Eromaga, saat Kepala Suku Markita hadir mewakili masyarakat adat, didampingi Letda Inf Arif. Interaksi langsung antara prajurit dan warga, disertai penyerahan bingkisan Natal, menjadi gambaran kedekatan emosional yang terjalin tanpa sekat.
Jemaat GKII Bethesda Bitilame pun ambil bagian dalam perayaan Natal bersama Pendeta Agus Murib, didampingi Letda Inf Imam Suprapto. Sementara di Kampung Gome, kehadiran Bupati Puncak Elvis Tabuni bersama Letda Inf Farhan Prayoga Yushend memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, TNI, dan masyarakat.
Dari Kampung Mayuberi, Kepala Suku Jarinus hadir sebagai representasi masyarakat adat, didampingi Letda Inf Antonius. Kehadiran para tokoh adat di berbagai kampung menjadi penanda kuat bahwa perayaan Natal ini bukan hanya milik satu kelompok, melainkan momentum bersama untuk menjaga harmoni dan kedamaian.
Komandan Yonif 600/Modang, Letkol Inf Dipa Dipura, M.Han., menegaskan bahwa kehadiran prajurit TNI dalam perayaan Natal merupakan bentuk komitmen untuk selalu berdiri bersama rakyat.
“Melalui perayaan Natal ini, kami ingin hadir sebagai saudara bagi masyarakat Ilaga, memperkuat toleransi keberagamaan, menumbuhkan rasa kekeluargaan, dan menjaga kebersamaan di tanah Papua,” ujarnya.
Apresiasi juga datang dari Pangdam VI/Mulawarman, Mayjen TNI Krido Pramono, S.H., M.Si. Menurutnya, kegiatan berbagi kasih Natal yang dilakukan Yonif 600/Modang mencerminkan wajah humanis TNI di Papua.
“Kehadiran prajurit TNI dalam perayaan hari besar keagamaan bersama masyarakat adalah wujud nyata kemanunggalan TNI dan rakyat. Tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga membangun persaudaraan, toleransi, dan kedamaian,” tegas Pangdam.
Perayaan Natal di Ilaga pun menjadi bukti bahwa di tengah tantangan geografis dan sosial Papua, semangat kasih, persaudaraan, dan kebersamaan tetap hidup—dirajut bersama oleh masyarakat dan prajurit TNI.
Sumber: Pendam VI/Mlw
