Sigap Menembus Gelap Teluk Tomini, Polairud Polda Gorontalo Selamatkan 19 Nelayan

Sigap Menembus Gelap Teluk Tomini, Polairud Polda Gorontalo Selamatkan 19 Nelayan (Foto: Polri)

Gorontalo – Gelap malam dan luasnya Perairan Teluk Tomini tak menyurutkan langkah Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Dit Polairud) Polda Gorontalo dalam menjalankan misi kemanusiaan. Sebuah kapal penangkap ikan, KM Inka Mina 929, yang mengalami kerusakan mesin di tengah laut, berhasil dievakuasi dengan selamat bersama 19 orang awak kapalnya.

Laporan darurat diterima Piket Marnit Tilamuta Dit Polairud Polda Gorontalo pada Selasa malam (6/1/2026). Tanpa menunggu lama, personel Polairud langsung bergerak, berkoordinasi dengan instansi terkait dan nelayan setempat. Di laut, waktu adalah nyawa—dan setiap menit sangat berarti.

Dengan mengandalkan data Vessel Monitoring System (VMS), tim SAR gabungan berlayar menuju titik terakhir kapal terdeteksi. Perjuangan berlanjut hingga malam hari. Sekitar pukul 20.30 WITA, di tengah gelombang dan keterbatasan pandangan, KM Inka Mina 929 akhirnya ditemukan dalam kondisi mesin mati, terikat di Rakit Asral 01. Kelegaan pun pecah—seluruh awak kapal dinyatakan selamat.

Proses evakuasi dilakukan dengan penuh kehati-hatian. KM Inka Mina 929 ditarik perlahan menuju Dermaga Perikanan Tilamuta. Kamis pagi (8/1/2026), kapal dan 19 awaknya tiba dengan aman. Misi kemanusiaan pun tuntas—tanpa satu pun korban jiwa.

Operasi SAR ini melibatkan Dit Polairud Polda Gorontalo, Sat Polair Polres Boalemo, Lanal Gorontalo Pos Tilamuta, serta dukungan kuat masyarakat nelayan. Sebuah bukti bahwa keselamatan di laut adalah tanggung jawab bersama.

Direktur Polairud Polda Gorontalo, Kombes Pol Devy Firmansyah, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa Polri akan selalu hadir di garis terdepan untuk melindungi masyarakat pesisir. Ia juga mengingatkan para nelayan agar selalu memastikan kesiapan kapal sebelum melaut dan segera melapor jika menghadapi kondisi darurat.

Di laut yang luas dan penuh risiko, kehadiran Polairud bukan sekadar penegak hukum—tetapi penjaga nyawa. ###

You cannot copy content of this page

Exit mobile version