Tuban, 12 Januari 2026 – Harapan besar kini tertuju pada sosok Kapolres Tuban yang baru, AKBP Allaiddin, yang resmi menggantikan AKBP William Cornelis Tanasale. Pergantian pucuk pimpinan di Polres Tuban ini bukan sekadar rotasi jabatan biasa, melainkan momentum penting bagi penegakan hukum di Bumi Wali yang selama ini kerap disorot publik.
Masyarakat Tuban menanti langkah nyata Kapolres baru untuk mengamankan wilayah, sekaligus membersihkan praktik-praktik ilegal yang selama ini terkesan “kebal hukum”. Mulai dari tambang ilegal yang berada di kecamatan Palang, Renggel, Merakurak dan Tambakboyo, mafia solar, hingga dugaan praktik 303 (perjudian) yang disebut-sebut masih beroperasi secara senyap.
AKBP Allaiddin diharapkan tidak hanya hadir sebagai simbol kepemimpinan baru, tetapi benar-benar berani turun tangan dan menindak tegas siapa pun yang terlibat, tanpa pandang bulu. Tambang ilegal yang merusak lingkungan dan infrastruktur jalan di sejumlah wilayah Tuban sudah lama menjadi keluhan warga. Namun hingga kini, persoalan tersebut masih terus berulang.
Tak kalah serius, mafia solar juga menjadi luka lama di Kabupaten Tuban. Solar bersubsidi yang seharusnya dinikmati nelayan, petani, dan masyarakat kecil, justru diduga kuat diselewengkan oleh jaringan terorganisir demi keuntungan pribadi. Praktik ini bukan hanya merugikan negara, tetapi juga menyengsarakan rakyat kecil.
Selain penindakan hukum, publik juga berharap AKBP Allaiddin mampu membawa Polres Tuban berjalan sesuai semangat Polri Presisi—prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan. Kepemimpinan yang kuat dinilai penting untuk mendidik, membina, dan mengarahkan seluruh jajaran anggota Polres Tuban agar bekerja lebih profesional, humanis, dan berintegritas.
Pembenahan internal menjadi kunci agar nama baik Polres Tuban semakin terangkat dan kepercayaan masyarakat dapat dipulihkan. Penegakan hukum yang tegas harus dibarengi dengan sikap melayani, bukan menyakiti, serta menjauhkan aparat dari praktik menyimpang yang justru mencoreng institusi.
Isu 303 atau praktik perjudian pun menjadi perhatian serius. Warga berharap, di bawah komando Kapolres yang baru, tidak ada lagi ruang aman bagi aktivitas ilegal yang merusak moral, ketertiban, dan masa depan generasi muda di Kabupaten Tuban.
Pergantian Kapolres dari AKBP William Cornelis Tanasale kepada AKBP Allaiddin menjadi ujian awal: apakah hukum benar-benar ditegakkan, atau sekadar berganti nama pejabat tanpa perubahan berarti.
menegaskan, kepercayaan publik hanya bisa dibangun melalui aksi nyata, bukan sekadar pernyataan normatif. Penegakan hukum harus tajam ke atas, adil ke samping, dan humanis ke bawah.
Imbauan keras untuk masyarakat Tuban:
Laporkan setiap aktivitas tambang ilegal, penimbunan solar, maupun praktik perjudian kepada aparat penegak hukum. Keamanan dan masa depan Tuban tidak bisa dijaga oleh polisi saja, tetapi membutuhkan keberanian seluruh elemen masyarakat untuk bersuara.
Tuban aman, Polres Tuban Presisi, bersih dari mafia, dan bebas praktik ilegal bukan sekadar slogan—melainkan tanggung jawab bersama.
















