Cottage Pantai Monano Rusak Berat, DPRD Gorut Desak Pemda Bertindak Cepat

Foto: Ilustrasi

Gorontalo Utara – Kondisi sarana wisata di Pantai Monano kembali menuai perhatian publik. Seiring meningkatnya arus kunjungan, fasilitas yang ada justru tampak kian tak terawat dan memicu kekhawatiran soal keselamatan wisatawan.

Anggota Komisi III DPRD Gorontalo Utara dari Fraksi NasDem, Mikdad Yeser, mendesak pemerintah daerah melalui Dinas Pariwisata Gorontalo Utara agar segera mengambil langkah tegas atas kerusakan parah sejumlah unit cottage di kawasan tersebut.

Menurut Mikdad, opsi penghapusan aset perlu segera dilakukan agar proses rehabilitasi atau pembangunan ulang dapat dipercepat. Ia menilai kondisi bangunan sudah jauh dari standar kelayakan dan berpotensi membahayakan pengunjung.

Hasil peninjauan lapangan menunjukkan kerusakan yang tergolong serius, mulai dari tangga kayu yang rapuh, tiang penyangga yang condong, atap bocor, hingga satu unit cottage yang bagian tengah atapnya telah terlepas. “Bangunan ini memang sudah tidak layak. Kerusakannya berat. Kalau atap tidak segera diganti, air akan merusak plafon dan lantai kayu,” kata Mikdad saat dikonfirmasi, Selasa (20/1/2026).

Ia menambahkan, material kayu sangat rentan terhadap cuaca. Tanpa perawatan rutin, bangunan akan cepat lapuk dan menjadi ancaman nyata bagi wisatawan yang menginap.

Yang membuat situasi ini kian disayangkan, lanjut Mikdad, adalah fakta bahwa cottage tersebut baru rampung dikerjakan pada tahun anggaran 2024, namun dalam waktu singkat sudah mengalami kerusakan signifikan.

Mikdad mengaku telah menyampaikan persoalan ini kepada Kepala Dinas Pariwisata Gorut, Robin Daud, namun hingga kini belum terlihat tindak lanjut konkret. “Sudah kami laporkan, tapi sampai sekarang belum ada perhatian serius,” ujarnya.

Legislator dari daerah pemilihan Anggrek–Monano itu juga menyoroti kebijakan penganggaran yang dinilainya belum berpihak pada destinasi penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD). “Pantai Monano jelas menghasilkan PAD, tetapi yang justru diprioritaskan anggarannya adalah Pantai Minanga. Ini seharusnya menjadi evaluasi serius bagi pemerintah daerah,” tegasnya.

You cannot copy content of this page

Exit mobile version