Penganugerahan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Pohuwato AKBP Busroni, S.I.K., M.H., dalam upacara resmi yang digelar di Aula Catur Prasetya Polres Pohuwato, Kamis (29/1/2026).
Upacara ini dihadiri oleh Wakapolres, Pejabat Utama (PJU), Kapolsek jajaran, serta seluruh personel Polres Pohuwato, dan menjadi penegasan bahwa negara tidak abai terhadap pengabdian aparatnya yang bekerja dalam senyap, konsisten, dan berintegritas.
Adapun rincian penerima tanda kehormatan terdiri dari:
-
Bintang Bhayangkara Nararya: 2 personel;
-
Satyalencana Pengabdian 32 Tahun: 1 personel;
-
Satyalencana Pengabdian 24 Tahun: 4 personel;
-
Satyalencana Pengabdian 16 Tahun: 14 personel;
-
Satyalencana Pengabdian 8 Tahun: 14 personel.
Kapolres Pohuwato menegaskan, penghargaan ini bukan sekadar seremoni internal, melainkan bentuk nyata pengakuan negara yang langsung bersumber dari Presiden Republik Indonesia.
“Ini bukan kegiatan simbolik. Ini adalah penghargaan tertinggi dari negara kepada anggota Polri yang telah menunjukkan kesetiaan, dedikasi, dan pengabdian tanpa cacat selama 8 sampai 32 tahun,” tegas AKBP Busroni.
Menurut Kapolres, Satyalencana dan Bintang Nararya yang disematkan di dada para personel bukan hanya menjadi lambang kehormatan, tetapi juga kontrak moral untuk terus menjaga profesionalisme di tengah tantangan kamtibmas yang semakin kompleks.
Ia menyoroti bahwa di era keterbukaan informasi dan tingginya ekspektasi publik, anggota Polri dituntut bukan hanya kuat secara fisik, tetapi juga bersih secara etik dan konsisten secara moral.
“Tantangan Polri hari ini jauh lebih berat. Tuntutan masyarakat tinggi, dinamika sosial berubah cepat. Menjaga integritas selama puluhan tahun itu tidak mudah, dan mereka yang menerima penghargaan hari ini telah membuktikannya,” ujarnya.
Kapolres berharap, penganugerahan ini menjadi alarm motivasi bagi seluruh personel Polres Pohuwato, bahwa karier di Polri tidak diukur dari jabatan semata, tetapi dari rekam jejak pengabdian dan keteladanan.
Upacara penganugerahan ini sekaligus menjadi pesan kuat bahwa negara masih dan akan terus memberi tempat terhormat bagi Bhayangkara yang bekerja jujur, setia, dan tanpa cacat dalam melayani masyarakat. ###
