SPPG Polres Pohuwato Jadi Etalase Polda Gorontalo, Wakapolres Tekankan Disiplin dan Tanggung Jawab Kolektif

Wakapolres Pohuwato saat memberi arahan (Foto: Istime)

Gorontalo – Keberadaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di lingkungan Polres Pohuwato bukan sekadar program layanan sosial, tetapi telah menjelma sebagai etalase kinerja Polri di mata publik dan lembaga pengawas. Hal inilah yang ditekankan Wakapolres Pohuwato, KOMPOL Henny M. Rahaju, S.H., M.H., saat memberikan pembinaan tegas kepada seluruh staf dan karyawan SPPG, Sabtu (7/2/2026) pagi.

Pembinaan yang digelar di lokasi SPPG Polres Pohuwato itu dihadiri jajaran pimpinan internal, mulai dari Kabag SDM KOMPOL Abadi, Kepala SPPG Siti Aminah Bumulo, Asisten Lapangan Rahmat, hingga 48 staf dan karyawan. Kehadiran lengkap ini menegaskan bahwa SPPG tidak diposisikan sebagai unit pelengkap, melainkan program strategis yang menyentuh langsung kepentingan publik.

Dalam arahannya, Wakapolres mengingatkan bahwa SPPG Polres Pohuwato saat ini menjadi satu-satunya SPPG aktif di jajaran Polda Gorontalo sejak mulai beroperasi pada 2 Februari 2026. Status ini, menurutnya, adalah kebanggaan sekaligus beban tanggung jawab besar.

“Kita patut bangga, tetapi jangan lupa, posisi ini membuat kita berada dalam sorotan. Kualitas layanan, mutu makanan, kebersihan, dan kekompakan relawan adalah harga mati,” tegas KOMPOL Henny.

Ia menekankan bahwa setiap celah kelalaian, sekecil apa pun, berpotensi mencoreng citra institusi. Terlebih, operasional SPPG berada dalam pengawasan langsung Badan Gizi Nasional serta institusi Polri. Artinya, standar yang diterapkan tidak bisa setengah-setengah.

Lebih jauh, Wakapolres menyoroti pentingnya solidaritas internal dan komunikasi tertutup yang sehat. Setiap persoalan teknis maupun nonteknis diminta diselesaikan secara berjenjang di dalam lingkungan kerja, bukan menjadi konsumsi di luar yang berpotensi menimbulkan persepsi negatif.

“Sampaikan masalah secara internal. Jangan membawa urusan dapur keluar rumah,” ujarnya mengingatkan.

Tak hanya soal pelayanan, aspek disiplin personal juga menjadi sorotan. Wakapolres mengingatkan bahwa seluruh personel SPPG tetap berada dalam lingkungan Polres, sehingga etika, sikap, hingga kepatuhan berlalu lintas—termasuk penggunaan helm dan kelengkapan surat kendaraan—menjadi bagian dari citra institusi yang tak terpisahkan.

Pembinaan ini menjadi sinyal tegas bahwa SPPG Polres Pohuwato bukan sekadar unit pelayanan gizi, melainkan wajah Polri dalam program kemanusiaan, yang menuntut profesionalisme, disiplin, dan tanggung jawab kolektif tanpa kompromi. ***

You cannot copy content of this page

Exit mobile version