Hadir dalam kegiatan tersebut, Anggota DPRD Kabupaten Gorontalo Utara dari Fraksi Hanura, Wiwin S. Pajiu, bersama Wakil Bupati Gorontalo Utara, Nurjanah Hasan Yusup, unsur pemerintah kecamatan, tokoh agama, serta ratusan masyarakat yang memadati lokasi acara.
MTQ sebagai Pilar Pembinaan Moral dan Spiritual
Pelaksanaan MTQ yang dipusatkan di Kecamatan Tomilito berlangsung khidmat sekaligus semarak. Pembukaan ditandai dengan pemukulan bedug dan pawai ta’aruf yang diikuti perwakilan desa se-Kecamatan Tomilito—menjadi simbol kuat kebersamaan dan syiar Islam di tingkat lokal.
Dalam sambutannya, Wiwin Pajiu menegaskan bahwa MTQ memiliki dimensi yang jauh lebih luas dibanding sekadar perlombaan membaca Al-Qur’an. Ia menyebut kegiatan ini sebagai instrumen penting dalam pembinaan mental dan spiritual masyarakat.
“MTQ bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga sarana mempererat ukhuwah Islamiyah serta membentuk karakter generasi yang berakhlak mulia,” tegasnya.
Menurutnya, keberlanjutan kegiatan keagamaan seperti MTQ harus menjadi perhatian bersama, baik pemerintah maupun masyarakat. Hal ini karena pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada aspek fisik, tetapi juga pada kualitas sumber daya manusia yang berlandaskan nilai-nilai religius.
Komitmen Politik untuk Penguatan Nilai Keagamaan
Sebagai legislator, Wiwin juga menegaskan komitmennya dalam mendukung berbagai program keagamaan di Kabupaten Gorontalo Utara, khususnya di wilayah Tomilito. Ia menilai bahwa investasi dalam pembinaan generasi Qur’ani adalah langkah strategis untuk menciptakan masyarakat yang berintegritas dan berdaya saing.
Ia juga mendorong agar kegiatan MTQ tidak berhenti pada level kompetisi, tetapi mampu melahirkan output nyata berupa generasi yang mampu mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Harapan Lahirnya Qari dan Qariah Berprestasi
Wiwin berharap para peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian lomba dengan semangat, disiplin, dan menjunjung tinggi sportivitas. Ia optimistis, dari ajang ini akan lahir qari dan qariah terbaik yang mampu mengharumkan nama Gorontalo Utara hingga ke tingkat provinsi bahkan nasional.
“Semoga dari MTQ ini lahir generasi terbaik yang tidak hanya unggul dalam tilawah, tetapi juga menjadi teladan dalam akhlak,” ujarnya.
Suasana pembukaan semakin terasa sakral ketika lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an menggema di arena kegiatan, menandai dimulainya rangkaian perlombaan yang sarat nilai spiritual.
Lebih dari Sekadar Tradisi
MTQ di Tomilito tahun ini kembali menegaskan bahwa tradisi keagamaan bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian dari strategi pembangunan manusia. Di tengah tantangan sosial yang semakin kompleks, penguatan nilai-nilai Qur’ani menjadi fondasi penting dalam menjaga harmoni dan moralitas masyarakat.
Dengan antusiasme masyarakat yang tinggi, MTQ Tomilito diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi kecamatan lain dalam menghidupkan syiar Islam sekaligus membentuk generasi yang unggul secara intelektual dan spiritual.
