POHUWATO – Komitmen menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri terus diperkuat. Kapolres Pohuwato AKBP Busroni, S.I.K., M.H. menerima kunjungan Tim Supervisi Biro Operasi (Biro Ops) Polda Gorontalo dalam rangka memastikan pelaksanaan Operasi Ketupat Otanaha 2026 berjalan optimal di wilayah hukum Polres Pohuwato, Senin (16/3/2026).
Kegiatan supervisi tersebut dipimpin langsung oleh Karo Ops Polda Gorontalo Kombes Pol Pramono Jati, S.I.K., M.T. selaku Karendalops Operasi Ketupat Otanaha, didampingi Kombes Pol Rakhmat, S.I.K. Kedatangan tim disambut oleh Kapolres Pohuwato bersama para pejabat utama serta personel yang terlibat dalam operasi pengamanan Idul Fitri.
Dalam sambutannya, Kapolres Pohuwato menegaskan bahwa kehadiran tim supervisi menjadi momentum penting untuk memperkuat kesiapan personel sekaligus memastikan seluruh tahapan operasi berjalan sesuai rencana operasi yang telah ditetapkan oleh Mabes Polri dan Polda Gorontalo.
“Selamat datang kepada Tim Supervisi Biro Ops Polda Gorontalo di Polres Pohuwato. Kami berharap melalui kegiatan ini seluruh personel dapat memperoleh arahan dan bimbingan yang konstruktif sehingga pelaksanaan tugas pengamanan Idul Fitri dapat berjalan maksimal, profesional, dan memberikan rasa aman bagi masyarakat,” ujar AKBP Busroni.
Menurutnya, Operasi Ketupat bukan sekadar kegiatan rutin tahunan, tetapi merupakan bentuk nyata kehadiran negara melalui Polri dalam memastikan masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan aman, tertib, dan nyaman.
Sementara itu, Karendalops Operasi Ketupat Otanaha Kombes Pol Pramono Jati dalam arahannya menegaskan pentingnya disiplin dan tanggung jawab seluruh personel selama operasi berlangsung. Ia menekankan bahwa setiap anggota yang terlibat harus benar-benar hadir dan fokus menjalankan tugas.
“Selama pelaksanaan Operasi Ketupat, personel yang terlibat tidak boleh meninggalkan tugas. Kehadiran anggota Polri di lapangan sangat dibutuhkan untuk memberikan rasa aman dan memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan yang maksimal,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa Pos Pengamanan (Pos Pam) merupakan simbol kehadiran negara di tengah masyarakat. Karena itu, pos tersebut tidak boleh dibiarkan kosong dalam kondisi apa pun.
“Personel yang bertugas di Pos Pam tidak boleh meninggalkan pos dalam keadaan kosong. Kehadiran anggota Polri harus selalu terlihat oleh masyarakat sebagai wujud pelayanan, pengamanan, dan perlindungan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Karendalops meminta agar seluruh jajaran melakukan pengecekan ulang terhadap personel yang terlibat dalam operasi guna memastikan tidak ada anggota yang meninggalkan wilayah tugas tanpa izin.
“Selama Operasi Ketupat ini jangan sampai terjadi kesalahan maupun pelanggaran oleh personel. Lakukan pengecekan kembali agar tidak ada anggota yang berada di luar wilayah Pohuwato, apalagi meninggalkan Provinsi Gorontalo. Disiplin adalah kunci keberhasilan operasi,” tegasnya.
Ia juga menginstruksikan agar jajaran Polres Pohuwato terus mensosialisasikan layanan Call Center 110 Polri kepada masyarakat agar masyarakat dapat dengan mudah melaporkan situasi darurat atau gangguan kamtibmas.
Melalui supervisi ini, diharapkan pelaksanaan Operasi Ketupat Otanaha 2026 di Kabupaten Pohuwato dapat berjalan lebih terarah, profesional, dan humanis, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah dan merayakan Idul Fitri dengan rasa aman serta penuh ketenangan.
















