Rabu (18/3/2026), Aula Catur Prasetya Polres Pohuwato menjadi saksi suasana khusyuk saat jajaran personel Polri bersama Bhayangkari bersimpuh dalam doa bersama, memohon ridha dan perlindungan Tuhan Yang Maha Esa demi kelancaran pelaksanaan Operasi Ketupat Otanaha 2026.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolres Pohuwato AKBP Busroni, S.I.K., M.H., didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Pohuwato, serta dihadiri Wakapolres, para Pejabat Utama (PJU), personel, dan anggota Bhayangkari. Seluruh yang hadir larut dalam nuansa religius—mengangkat tangan, menundukkan hati, dan menyatukan harap dalam doa yang sama: keselamatan, kesehatan, dan kelancaran tugas dalam mengamankan Hari Raya Idul Fitri 1447 H.
Dalam suasana penuh keteduhan itu, doa-doa dipanjatkan bukan hanya sebagai ritual, tetapi sebagai pengingat bahwa setiap langkah pengabdian aparat keamanan selalu berada dalam pengawasan dan kehendak Ilahi. Operasi kemanusiaan seperti Ketupat Otanaha bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan amanah besar yang membutuhkan kekuatan lahir dan batin.
Kapolres Pohuwato dalam sambutannya menegaskan bahwa keberhasilan tugas di lapangan tidak berdiri sendiri. Ada doa yang mengiringi, ada keluarga yang menguatkan, dan ada keikhlasan yang menjadi fondasi utama pengabdian.
“Ibu-ibu Bhayangkari memiliki peran penting sebagai penguat dari rumah. Doa dan dukungan yang tulus menjadi energi bagi anggota dalam menjalankan tugas. Ingatkan untuk tetap menjaga kesehatan, keselamatan, dan semangat dalam setiap pengabdian,” ungkapnya.
Pesan tersebut menggambarkan bahwa di balik seragam dan tanggung jawab besar, ada harmoni antara tugas negara dan nilai-nilai keluarga yang saling menguatkan.
Momentum doa bersama ini kemudian ditutup dengan buka puasa bersama, menghadirkan kehangatan silaturahmi yang semakin mempererat kebersamaan. Dalam satu meja, perbedaan pangkat dan jabatan melebur menjadi satu rasa: persaudaraan dalam iman dan pengabdian.
Di bulan Ramadan yang penuh ampunan ini, Polres Pohuwato tidak hanya mempersiapkan strategi pengamanan, tetapi juga membangun benteng spiritual. Sebab mereka percaya, tugas yang diawali dengan doa akan berjalan dalam lindungan-Nya, dan pengabdian yang dilandasi keikhlasan akan berbuah keselamatan bagi masyarakat luas.
