Ketahanan Pangan Jangan Sampai Berubah Menjadi Ketahanan Komando

newstizen.co.id Tuban, 17 Mei 2026 -Program ketahanan pangan saat ini menjadi salah satu fokus pemerintahan Prabowo Subianto. Namun di tengah ambisi besar mencapai swasembada pangan, muncul pertanyaan di tengah masyarakat: mengapa urusan pangan justru semakin banyak melibatkan Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia?
Tidak sedikit publik yang menilai bahwa ketahanan pangan seharusnya dipimpin oleh ahli pertanian, akademisi, penyuluh, dan petani, bukan pendekatan keamanan. Sebab persoalan utama pangan Indonesia bukan kekurangan aparat, melainkan minimnya kesejahteraan petani, mahalnya pupuk, rusaknya irigasi, hingga harga hasil panen yang sering tidak stabil.
Petani membutuhkan pendampingan teknologi, akses modal, bibit unggul, dan perlindungan harga. Semua itu adalah wilayah keilmuan pertanian dan ekonomi rakyat. Jika pendekatan yang digunakan terlalu dominan bernuansa komando, dikhawatirkan akar persoalan pangan justru tidak terselesaikan.
TNI dan Polri tentu memiliki peran penting membantu negara. Kehadiran mereka dalam pengawasan distribusi pupuk, pengamanan program, atau membantu saat bencana bisa dipahami. Namun ketika aparat mulai terlalu jauh masuk ke sektor pertanian sipil, muncul kekhawatiran adanya pergeseran fungsi lembaga negara.
Indonesia memiliki ribuan sarjana pertanian, kampus pertanian, peneliti pangan, dan penyuluh lapangan yang selama ini memahami kondisi sawah dan kebutuhan petani secara langsung. Ironis jika negara lebih percaya pendekatan keamanan dibanding memperkuat tenaga ahli yang memang kompeten di bidang pangan.
Ketahanan pangan sejatinya dibangun dari petani yang sejahtera, lahan yang produktif, pupuk yang tersedia, serta kebijakan yang berpihak kepada rakyat kecil. Negara tidak boleh hanya sibuk mengejar target produksi, tetapi lupa memperbaiki nasib petani sebagai ujung tombak pangan nasional.
Jika pangan terus dipandang sebagai urusan keamanan semata, maka yang lahir bukan ketahanan pangan yang berkelanjutan, melainkan ketahanan komando. Padahal yang dibutuhkan rakyat hari ini adalah pangan murah, petani makmur, dan kebijakan yang dikerjakan oleh orang-orang yang benar-benar ahli di bidangnya.

Promo Spesial 11.11 TikTokShop

Promo Kursi Gaming

Rp5xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Kursi Kerja Ergonomis

Rp3xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Meja Kerja/Gaming

Rp2xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Meja Kerja/Gaming

Rp2xx.xxx

Belanja Aman di Sini

You cannot copy content of this page