Viral! Badut Diduga Ditampar dan Dipaksa Sujud oleh Oknum Polisi, Publik Desak Proses Tegas

Tuban, 05 Juni 2026 – Sebuah video yang memperlihatkan seorang badut jalanan diduga menjadi korban arogansi seorang pria yang disebut-sebut sebagai oknum anggota kepolisian mendadak viral di media sosial dan memantik gelombang kemarahan publik.

Peristiwa yang terjadi di Jalan Sunan Kalijaga, Kabupaten Tuban, pada Rabu (3/6/2026) malam itu kini menjadi perbincangan hangat warga. Dalam video yang beredar luas, tampak seorang pria terlibat cekcok dengan seorang badut di pinggir jalan. Bahkan berdasarkan keterangan saksi, insiden tersebut diduga disertai tindakan kekerasan fisik dan verbal yang membuat warga sekitar terkejut.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, kejadian bermula saat seorang badut hendak menyeberang jalan sambil membawa perlengkapan kerjanya. Pada saat bersamaan, seorang pengendara motor yang melintas diduga menyerempet ember milik badut hingga terjatuh.

Namun situasi yang awalnya tampak sebagai insiden biasa justru berubah menjadi keributan. Pengendara tersebut disebut memutar balik kendaraannya dan menghampiri badut dengan nada tinggi.

Salah satu saksi mata, Arina, mengaku melihat langsung kejadian tersebut dari warung makan yang berada tidak jauh dari lokasi.

“Badutnya sudah meminta maaf. Tapi tetap dimarahi. Bahkan menurut yang saya lihat, badut itu disuruh meminta maaf sambil sujud. Ada tindakan menoyor dan menampar yang membuat orang-orang di sekitar kaget,” ungkapnya.

Keterangan serupa juga ramai diperbincangkan warganet setelah rekaman video kejadian beredar di berbagai platform media sosial.

Yang menjadi perhatian publik bukan hanya dugaan tindakan kekerasan tersebut, melainkan juga informasi yang menyebut pelaku mengaku sebagai anggota kepolisian. Akibatnya, sejumlah warga yang berada di lokasi memilih tidak ikut campur karena khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Kalau benar anggota polisi, seharusnya memberi contoh yang baik kepada masyarakat, bukan justru mempertontonkan emosi di ruang publik,” tulis salah satu akun media sosial yang ikut mengomentari video tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Polres Tuban terkait video yang viral maupun status pria yang disebut-sebut sebagai oknum anggota kepolisian tersebut.

Sikap diam institusi kepolisian justru memunculkan tanda tanya di tengah masyarakat. Banyak pihak berharap kepolisian segera memberikan penjelasan agar tidak menimbulkan spekulasi yang semakin liar.

Publik juga menilai bahwa penyelesaian secara damai tidak boleh menghapus proses pemeriksaan apabila benar terjadi pelanggaran etik maupun dugaan tindakan kekerasan.

“Semua warga negara sama di hadapan hukum. Kalau masyarakat biasa melakukan kekerasan bisa diproses, maka aparat yang diduga melakukan hal serupa juga harus diperiksa secara terbuka dan profesional,” ujar seorang tokoh masyarakat Tuban.

Kasus ini menjadi ujian bagi komitmen penegakan hukum yang adil dan transparan. Masyarakat kini menunggu langkah tegas dari institusi kepolisian untuk menjawab keresahan publik sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum.

Sampai berita ini diturunkan, masih berupaya memperoleh konfirmasi resmi dari pihak Polres Tuban dan membuka ruang hak jawab kepada seluruh pihak yang disebut dalam pemberitaan ini sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

You cannot copy content of this page

Exit mobile version