Kehadiran dr. Ardiansyah menjadi bagian dari antusiasme masyarakat Gorontalo yang menyambut perhelatan nasional terbesar bagi petani dan nelayan Indonesia. Ribuan peserta dari berbagai provinsi memadati lokasi kegiatan yang secara resmi ditutup oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Menurut Ardiansyah, keberhasilan penyelenggaraan PENAS XVII menjadi bukti bahwa Gorontalo memiliki kapasitas dalam mengelola agenda berskala nasional yang melibatkan puluhan ribu peserta.
“Kami merasa bangga dapat hadir dan menyaksikan langsung puncak pelaksanaan PENAS XVII. Kehadiran Presiden pada acara penutupan menjadi bukti besarnya perhatian pemerintah terhadap sektor pertanian, perikanan, dan ketahanan pangan nasional,” ujarnya.
Ia menilai kesuksesan tersebut tidak hanya terlihat dari sisi teknis penyelenggaraan, tetapi juga dari kemampuan Gorontalo menampilkan wajah daerah yang ramah, terbuka, dan siap menjadi tuan rumah berbagai agenda nasional di masa mendatang.
Direktur RS ZUS itu juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Gorontalo dan Pemerintah Kabupaten Gorontalo atas kerja keras dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
Menurutnya, PENAS XVII menjadi momentum penting untuk memperkenalkan potensi daerah kepada peserta dari seluruh Indonesia, mulai dari sektor pertanian, perikanan, pariwisata, hingga budaya lokal.
“Ini menjadi kebanggaan bagi masyarakat Gorontalo. Daerah di kawasan timur Indonesia ternyata mampu menjadi pusat perhatian nasional dan menunjukkan kemampuannya dalam menyelenggarakan kegiatan besar,” katanya.
Berakhirnya PENAS XVII meninggalkan catatan positif bagi Gorontalo. Selain sukses sebagai tuan rumah, daerah ini juga berhasil memperkuat citra sebagai wilayah yang siap mendukung berbagai agenda pembangunan nasional di masa mendatang.
