GORONTALO UTARA – Rencana pembangunan kawasan industri hilirisasi peternakan ayam di Kabupaten Gorontalo Utara mendapat dukungan dari Anggota DPRD Provinsi Gorontalo Fraksi PKS, Fitriyanti Husain. Program yang digagas melalui kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara dan PT AGK itu dinilai berpotensi menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi daerah, membuka ribuan lapangan kerja, sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Dukungan tersebut disampaikan Fitriyanti Husain melalui unggahan di akun Facebook pribadinya pada Senin (17/8/2026), usai mengikuti rangkaian kegiatan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PT AGK dan Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara terkait pengembangan program hilirisasi peternakan ayam.
Menurut Fitriyanti, kerja sama tersebut tidak hanya mencakup pengembangan sektor budidaya ayam, tetapi juga industri pakan ternak, produksi day old chick (DOC), hingga pembangunan fasilitas pengalengan produk olahan ayam yang ditargetkan mampu menembus pasar ekspor.
Ia menjelaskan, salah satu aspek yang menjadi perhatian dalam pembahasan adalah penyerapan tenaga kerja saat dua pabrik yang direncanakan dibangun mulai beroperasi.
Berdasarkan proyeksi yang dipaparkan dalam diskusi, kebutuhan tenaga kerja diperkirakan mencapai sekitar 2.000 orang. Dari jumlah tersebut, sekitar 80 persen atau sekitar 1.600 pekerja akan berasal dari tenaga kerja lokal dengan kualifikasi minimal lulusan SMA/sederajat. Sementara 10 persen akan diisi tenaga profesional dan 10 persen lainnya merupakan tenaga kerja asing (TKA) yang memiliki keahlian khusus.
Proses rekrutmen tenaga kerja lokal diperkirakan dimulai pada Mei 2027, ketika progres pembangunan pabrik telah mencapai sekitar 80 persen.
Selain membuka peluang kerja dalam jumlah besar, proyek hilirisasi tersebut juga diproyeksikan memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan daerah. Berdasarkan estimasi yang disampaikan, keberadaan dua pabrik itu berpotensi menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga sekitar Rp75 miliar per tahun.
Fitriyanti menilai angka tersebut menjadi peluang besar bagi Gorontalo Utara untuk memperkuat struktur ekonomi daerah melalui pengembangan industri berbasis sumber daya lokal. Ia berharap investasi tersebut dapat menjadi jalan menuju peningkatan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat daya saing daerah di sektor agroindustri.
“Kami di DPRD menyambut baik program ini dan akan mengawal agar seluruh tahapan pelaksanaannya berjalan sesuai dengan rencana, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat Gorontalo Utara,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara, khususnya Bupati dan Wakil Bupati, serta Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Rusli Akase yang dinilainya telah memperjuangkan program hilirisasi tersebut sejak tahap awal.
Apabila seluruh tahapan investasi berjalan sesuai jadwal, proyek hilirisasi peternakan ayam ini diharapkan menjadi salah satu investasi strategis terbesar di Gorontalo Utara yang tidak hanya memperkuat sektor industri pengolahan, tetapi juga menciptakan efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian daerah melalui peningkatan investasi, penciptaan lapangan kerja, dan bertambahnya penerimaan daerah.

















