Gorontalo – Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-79 tahun 2025, Kepolisian Daerah Gorontalo menggelar Kejuaraan Menembak yang berlangsung di Lapangan Tembak Ilato Shooting Club (SC) Satuan Brimob Polda Gorontalo, Kamis (19/06/2025). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Wakapolda Gorontalo Brigjen Pol Simson Zet Ringu, S.I.K., M.Si., dan diikuti oleh jajaran personel TNI, Polri, Forkopimda, serta komunitas menembak se-Gorontalo.
Menembak: Olahraga Bernyali, Bermental dan Bermutu
Dalam keterangannya, Wakapolda Gorontalo menegaskan bahwa kejuaraan ini tidak hanya menjadi rangkaian perayaan semata, melainkan wadah strategis untuk meningkatkan kemampuan teknis personel serta membangun karakter disiplin dan tangguh, khususnya dalam penggunaan senjata api secara profesional.
“Kejuaraan ini bukan sekadar seremonial, tapi menjadi bentuk latihan nyata yang dikemas dalam semangat sportivitas. Kita ingin aparat yang andal di lapangan, cermat, cepat, dan bertanggung jawab dalam penguasaan senjata,” ujar Brigjen Simson Zet Ringu.
Menurutnya, olahraga menembak adalah kombinasi antara keterampilan teknis dan pengendalian emosi, dua aspek penting yang harus dimiliki oleh setiap anggota Polri maupun TNI.
Sinergi Nyata: TNI-Polri dalam Bingkai Sportifitas
Keikutsertaan Komandan Korem 133/Nani Wartabone, Brigjen TNI Hardo Sihotang, menjadi perhatian dalam event ini. Wakapolda menyebut kehadiran perwira tinggi TNI tersebut mencerminkan eratnya hubungan antara dua institusi penjaga kedaulatan dan keamanan bangsa. Sinergi itu, katanya, tidak hanya terlihat dalam operasi lapangan, tetapi juga dalam ruang-ruang olahraga dan pembinaan fisik.
“Sinergitas bukan hanya jargon. Ini adalah bukti. Saat kita berolahraga bersama, kita membangun semangat kolektif untuk saling memahami, menghargai, dan bekerja sama,” tegas Wakapolda.
Kategori Kompetisi: Ajang Tantangan dan Evaluasi Diri
Kompetisi ini mempertandingkan sejumlah kategori menembak, yaitu:
Pistol Fun Game 15 meter (untuk pejabat utama dan tamu),
Senapan Fun Game 50 meter (PJU/tamu),
Pistol Presisi 20 meter untuk satuan kerja Polda,
Senapan Steyr AUG 100 meter Three Post untuk jajaran Polda Gorontalo.
Setiap kategori dirancang untuk menguji presisi, konsentrasi, dan refleks peserta, yang juga mencerminkan situasi lapangan sesungguhnya dalam tugas operasional.
Bangkitkan Semangat Kompetisi dan Regenerasi Atlet
Brigjen Simson juga menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan mampu menjadi titik tolak bagi peningkatan minat terhadap olahraga menembak di Gorontalo. Ia menyebut bahwa di tengah dinamika keamanan yang terus berkembang, dibutuhkan generasi baru yang tak hanya loyal, tapi juga terampil, kompetitif, dan siap pakai.
“Kita harap dari sini akan lahir atlet-atlet menembak yang bisa mengharumkan nama Gorontalo, tidak hanya di lingkungan kepolisian tapi juga di ajang nasional,” tambahnya.
Kejuaraan berlangsung dalam suasana penuh keakraban namun tetap kompetitif. Wakapolda Gorontalo memastikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan menjunjung tinggi aspek keamanan, disiplin, dan fair play, sekaligus menunjukkan kepada masyarakat bahwa TNI-Polri adalah contoh teladan dalam membangun prestasi berbasis karakter dan kemampuan. (***)

















