Bone Bolango, 21 Juni 2025 — Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Gorontalo, Brigjen Pol Simson Zet Ringu, SIK., M.Si., secara resmi membuka perhelatan Bhayangkara Drag Competition 2025 di Sirkuit Bypass Bone Bolango. Kegiatan bergengsi ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan Hari Bhayangkara ke-79 yang diselenggarakan dengan semangat menjalin kedekatan antara kepolisian dan masyarakat.
Dalam sambutannya, Brigjen Simson menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh peserta, panitia, dan khususnya Ikatan Motor Indonesia (IMI) Gorontalo atas kerja keras dan kolaborasi yang telah menghasilkan penyelenggaraan yang profesional dan aman.
“Ajang ini tidak hanya menjadi sarana hiburan dan unjuk prestasi, tetapi juga sekaligus sebagai ruang edukatif bagi generasi muda dalam membentuk budaya berkendara yang aman, tertib, dan bertanggung jawab,” tegas Wakapolda Gorontalo.
Lebih dari 100 peserta dari Provinsi Gorontalo, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Tengah ikut ambil bagian dalam kompetisi ini. Terdapat dua kategori utama, yakni balap mobil yang terdiri atas 2 kelas dengan 18 item lomba, serta balap motor dengan 3 kelas dan 20 item lomba yang mempertandingkan kecepatan dan keterampilan dalam kondisi terkontrol dan aman.
Keterlibatan jajaran kepolisian dalam event ini bukan sekadar simbolis, namun menjadi bentuk nyata komitmen Polri dalam mendukung perkembangan dunia otomotif sekaligus menyosialisasikan pentingnya keselamatan di jalan.
Tak hanya balapan, panitia juga menyuguhkan berbagai hiburan serta edukasi mengenai keselamatan berlalu lintas kepada masyarakat, sebagai bagian dari misi Bhayangkara dalam membangun kesadaran hukum sejak dini.
Dengan semangat kebersamaan, acara dibuka secara resmi oleh Wakapolda Gorontalo melalui pengibaran bendera start, yang sekaligus menandai dimulainya kompetisi yang berlangsung lancar dan aman hingga akhir.
Wakapolda berharap agar kegiatan ini bisa dijadikan agenda tahunan yang bukan hanya mempererat hubungan Polri dengan masyarakat, tetapi juga sebagai langkah preventif untuk mengurangi aksi balap liar di jalan raya.
“Kami ingin memberikan ruang dan wadah bagi anak-anak muda untuk menyalurkan bakatnya secara positif dan produktif. Ini adalah bagian dari strategi pendekatan humanis Polri,” tutup Brigjen Simson. (***)

















