Pohuwato – Dalam suasana yang penuh kekhusyukan dan semangat kebersamaan, Polres Pohuwato menggelar doa bersama lintas agama menjelang Hari Bhayangkara ke-79 yang jatuh pada 1 Juli 2025. Kegiatan yang mengusung tema “Polisi Untuk Masyarakat” ini tidak sekadar menjadi simbol seremonial, tetapi menjadi ruang spiritual yang menyatukan perbedaan dalam bingkai iman, demi memperkuat persatuan dan kerukunan di Bumi Panua, Kabupaten Pohuwato.
Bertempat di Aula Catur Prasetya Polres Pohuwato, doa bersama tersebut menghadirkan tokoh-tokoh lintas agama yang merepresentasikan keberagaman keyakinan masyarakat Pohuwato: Islam, Kristen Protestan, Katolik, Hindu—seluruhnya duduk sejajar dalam satu ikhtiar untuk memohon keselamatan, kedamaian, dan keberkahan bagi bangsa, daerah, serta institusi Polri yang tengah memperingati hari jadinya.
Kapolres Pohuwato AKBP H. Busroni, S.I.K., M.H, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan doa bersama lintas agama ini merupakan cermin dari komitmen Polri dalam menjaga dan merawat nilai-nilai luhur toleransi. “Melalui doa lintas agama ini, kita ingin meneguhkan bahwa perbedaan bukanlah sekat, tetapi kekayaan yang menyatukan. Mari kita berdoa bersama untuk Indonesia yang damai dan masyarakat Pohuwato yang rukun,” ujarnya.
Hadir dalam acara ini unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama, dan perwakilan dari berbagai lembaga pemerintahan seperti Dandim 1313 Pohuwato, Ketua MUI, perwakilan Bupati, Ketua Pengadilan Agama, Kejaksaan Negeri, Lapas Pohuwato, dan Bhayangkari. Semua larut dalam suasana yang khidmat, dimulai dari doa oleh pemuka Hindu I Wayan Sukra, diikuti oleh doa Katolik, Protestan, dan ditutup dengan lantunan doa dari pemuka agama Islam.
Mewakili Bupati Pohuwato, Staf Ahli Bidang Pemerintahan Zulkifli Umar, S.Pd., M.H, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya acara yang dinilainya sangat strategis dalam memperkuat jalinan keimanan dan kebangsaan. “Ini bukan hanya bentuk refleksi spiritual, tapi juga penguatan nilai-nilai kebangsaan di tengah kehidupan masyarakat yang plural,” ucapnya.
Ia juga menyinggung slogan “Polisi Mopiyohu”, sebagai wujud harapan dan penilaian masyarakat terhadap pelayanan Polres Pohuwato yang dinilai baik dan humanis. “Semoga ke depan, Polres Pohuwato makin dekat dengan rakyat, makin profesional dan makin Mopiyohu,” tambahnya.
Kegiatan ini menegaskan bahwa nilai-nilai keagamaan dan spiritualitas dapat menjadi fondasi kuat dalam membangun masyarakat yang harmonis, sekaligus menjadi jembatan komunikasi lintas iman yang bermuara pada kedamaian. Di tengah dinamika sosial yang kompleks, inisiatif Polres Pohuwato ini menjadi contoh nyata bahwa sinergi antaragama adalah kekuatan bangsa.
Doa bersama lintas agama ini bukan sekadar seremoni memperingati Hari Bhayangkara, melainkan panggilan nurani untuk kembali menyadari bahwa menjaga keamanan bukan hanya tugas aparat, tetapi juga tanggung jawab spiritual seluruh elemen masyarakat. Dan di momen ini, Polres Pohuwato menunjukkan bahwa dalam semangat Bhayangkara, ada cahaya iman yang mempersatukan. (***)
















