Gorontalo – Ramadhan selalu membawa suasana yang berbeda bagi masyarakat Gorontalo. Bulan suci ini tidak hanya menghadirkan semangat ibadah yang lebih kuat, tetapi juga menghidupkan tradisi-tradisi luhur yang telah diwariskan oleh para leluhur. Di antara tradisi tersebut, Kuunu menjadi salah satu yang paling khas—sebuah warisan budaya yang tumbuh dari nilai kebersamaan dan dijiwai oleh ajaran Islam.
Di Desa Isimu Selatan, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo, suasana itu terasa begitu hidup di Masjid Arrahmah. Masjid ini tidak hanya menjadi tempat umat menunaikan shalat, tetapi juga menjadi ruang pertemuan hati, tempat masyarakat merajut silaturahmi dan menjaga tradisi yang telah menjadi bagian dari identitas mereka.
Setiap Ramadhan, Masjid Arrahmah seakan memancarkan cahaya kebersamaan. Lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an dari tadarus bergema di dalamnya, shalat Tarawih dilaksanakan dengan khusyuk, dan masyarakat berkumpul dalam suasana penuh kekeluargaan. Di tengah suasana spiritual itulah tradisi Kuunu hadir, memperkaya makna Ramadhan bagi masyarakat setempat.
Kuunu bukan sekadar tradisi yang dilakukan setiap tahun. Ia adalah simbol kebersamaan, sebuah ruang di mana masyarakat saling mendekatkan diri, mempererat silaturahmi, serta memperkuat rasa persaudaraan. Tradisi ini menjadi bukti bahwa adat dan agama dapat berjalan beriringan, saling menguatkan dalam kehidupan masyarakat.
Masjid Arrahmah dalam hal ini memainkan peran yang sangat penting. Ia bukan hanya pusat ibadah, tetapi juga pusat kehidupan sosial dan budaya masyarakat. Di masjid inilah warga berkumpul, saling berbagi, bergotong royong, dan bersama-sama menjaga tradisi Kuunu agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
Melalui tradisi ini pula generasi muda belajar memahami nilai-nilai kehidupan. Mereka melihat bagaimana orang tua dan tokoh masyarakat menjaga kebersamaan, menghormati adat, dan memuliakan bulan Ramadhan dengan penuh rasa syukur. Kuunu menjadi ruang pendidikan sosial yang mengajarkan pentingnya persaudaraan, tanggung jawab, dan penghormatan terhadap warisan budaya.
Di sisi lain, Kuunu juga sarat dengan makna spiritual. Pelaksanaannya yang bertepatan dengan bulan Ramadhan menjadikannya bagian dari syiar Islam yang hidup di tengah masyarakat. Tradisi ini mengingatkan umat untuk selalu bersyukur, memperkuat iman, dan meningkatkan amal ibadah dalam bulan yang penuh berkah.
Melalui Kuunu, masyarakat Gorontalo menunjukkan bahwa nilai-nilai Islam tidak terpisah dari kehidupan budaya mereka. Justru melalui tradisi inilah ajaran Islam menjadi lebih dekat, lebih terasa, dan lebih hidup dalam kehidupan sehari-hari.
Masjid Arrahmah akhirnya menjadi simbol indah dari pertemuan antara adat dan agama. Ia berdiri bukan hanya sebagai rumah ibadah, tetapi juga sebagai penjaga harmoni budaya dan spiritual masyarakat. Di sinilah iman, tradisi, dan kebersamaan berpadu membentuk identitas masyarakat Gorontalo yang religius dan berbudaya.
Tradisi Kuunu di Masjid Arrahmah Desa Isimu Selatan pun menjadi pengingat bahwa Ramadhan bukan hanya tentang ibadah personal, tetapi juga tentang memperkuat hubungan antar manusia. Dalam kebersamaan itulah nilai-nilai Islam menemukan makna yang lebih luas—menghidupkan persaudaraan, menjaga tradisi, dan menyalakan cahaya kebaikan di tengah kehidupan masyarakat.
Penulis : Yunus Dama (Ketua Takmirul Masjid Arrahmah Desa Isimu Selatan Kecamatan Tibawa Kabupaten Gorontalo)

















