Tuban, 25 Oktober 2026 — Dewan Pengurus Cabang (DPC) Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) Ronggolawe Kabupaten Tuban memperingati Hari Tongkat Putih dengan mengusung tema “Melangkah Mandiri, Setara dan Berdaya Bersama Mewujudkan Masyarakat yang Inklusif dan Peduli.”
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat semangat kemandirian penyandang disabilitas netra sekaligus mengajak masyarakat agar semakin peduli terhadap hak, kesempatan, dan kesetaraan bagi semua.
Peringatan Hari Tongkat Putih bukan sekadar agenda tahunan, melainkan juga ruang untuk mempererat persaudaraan, membangun rasa percaya diri, serta menunjukkan bahwa keterbatasan penglihatan bukan penghalang untuk terus berkarya dan berkontribusi bagi lingkungan sekitar.
Salah satu peserta, Ahmad Sujito, mengaku bangga karena Pertuni Tuban mampu menyelenggarakan kegiatan peringatan Hari Tongkat Putih setiap tahun.
Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki arti penting bagi anggota Pertuni, terutama sebagai sarana untuk berkumpul, mempererat kebersamaan, dan menumbuhkan semangat agar terus melangkah maju.
“Saya sangat bangga karena Pertuni Tuban setiap tahun bisa mengadakan acara seperti ini. Bagi kami, kegiatan ini bukan hanya untuk memperingati Hari Tongkat Putih, tetapi juga menjadi penyemangat agar kami terus percaya diri, mandiri, dan bisa menunjukkan bahwa kami juga mampu berkontribusi di tengah masyarakat,” ungkap Ahmad Sujito.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan serta mendapat dukungan lebih luas dari masyarakat dan pemerintah.
Ketua DPC Pertuni Ronggolawe Kabupaten Tuban, Teguh Widodo, menegaskan bahwa semangat Hari Tongkat Putih harus menjadi pengingat bahwa penyandang disabilitas netra memiliki hak yang sama untuk hidup mandiri, memperoleh kesempatan, dan berpartisipasi dalam berbagai bidang kehidupan.
Menurutnya, mewujudkan masyarakat inklusif tidak cukup hanya dengan memberikan simpati, tetapi harus diwujudkan melalui sikap menghargai, membuka kesempatan, serta menghilangkan hambatan yang selama ini membatasi ruang gerak penyandang disabilitas.
“Melalui peringatan Hari Tongkat Putih ini, kami ingin menegaskan bahwa penyandang disabilitas netra bukanlah kelompok yang harus dipandang sebelah mata. Kami memiliki kemampuan, potensi, dan semangat untuk mandiri serta berkontribusi bagi masyarakat. Yang kami harapkan adalah kesempatan yang setara, aksesibilitas yang memadai, dan dukungan nyata agar kami bisa berkembang bersama,” tegas Teguh Widodo.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah, dunia pendidikan, pelaku usaha, hingga lingkungan keluarga, untuk bersama-sama membangun ruang kehidupan yang ramah terhadap penyandang disabilitas.
“Tongkat putih bukan simbol kelemahan, melainkan bagian dari perjalanan kami menuju kemandirian. Mari kita hilangkan stigma dan diskriminasi. Berikan ruang, kesempatan, serta kepercayaan kepada penyandang disabilitas netra untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya. Masyarakat yang maju adalah masyarakat yang tidak meninggalkan siapa pun,” tambahnya.
Peringatan Hari Tongkat Putih diharapkan mampu meningkatkan kesadaran publik bahwa inklusivitas merupakan tanggung jawab bersama. Dukungan terhadap penyandang disabilitas netra perlu diwujudkan melalui akses fasilitas umum yang ramah disabilitas, layanan publik yang mudah dijangkau, kesempatan kerja yang adil, serta partisipasi aktif dalam kehidupan sosial.
Semangat “Melangkah Mandiri, Setara dan Berdaya” menjadi pesan bahwa setiap orang memiliki hak untuk berkembang dan mendapatkan kesempatan yang sama tanpa dibatasi oleh kondisi fisik.
Melalui kegiatan ini, DPC Pertuni Ronggolawe Kabupaten Tuban berharap semangat kebersamaan terus tumbuh sehingga penyandang disabilitas netra semakin percaya diri, mandiri, dan berdaya, sekaligus mampu mendorong terwujudnya masyarakat Tuban yang inklusif, peduli, dan menghargai keberagaman.

















