Putra Gentuma Raya Bersikap Tegas, Siap Lapor Polisi atas Unggahan yang Dinilai Melecehkan Tanah Kelahiran

Putra Gentuma Raya Bersikap Tegas, Siap Lapor Polisi atas Unggahan yang Dinilai Melecehkan Tanah Kelahiran (Foto: Istimewa)

newstizen.co.id, Gorontalo, 1 November 2024 — Rovan Panderwais Hulima, seorang pemuda asli Gentuma Raya yang berprofesi sebagai pengacara di Provinsi Gorontalo, merasa sakit hati atas unggahan yang dibuat oleh oknum berinisial UT dan didukung oleh oknum lain, RM. Menurutnya, unggahan tersebut berisi sindiran tak senonoh yang menyudutkan masyarakat Gentuma Raya dengan label yang dinilai merendahkan dan tak beretika.

Dalam unggahan di media sosial, UT diduga menyebut Gentuma Raya dengan sebutan yang mengarah pada “Gila dan LGBT,” yang kemudian diperkuat oleh RM. Unggahan ini memicu amarah Rovan, yang menganggap konten tersebut sebagai upaya untuk mendiskreditkan tanah kelahirannya. “Sebagai putra asli Gentuma Raya, saya tidak akan tinggal diam. Ini bukan hanya persoalan politik, tapi juga harga diri masyarakat tempat saya dilahirkan. Tidak masuk akal menyebut masyarakat Gentuma dengan istilah tersebut,” tegas Rovan.

Rovan menyatakan bahwa unggahan itu tidak hanya menyakiti dirinya, tapi juga seluruh masyarakat Gentuma Raya, dan dia siap melayangkan laporan resmi atas tuduhan pencemaran nama baik serta penyerangan terhadap kelompok masyarakat. “Unggahan seperti ini tidak hanya kurang ajar tapi juga bisa memicu perpecahan di masyarakat. Saya akan mengajukan laporan atas dasar pelanggaran UU ITE, dengan ancaman pidana lima tahun penjara dan denda hingga Rp500 juta,” ujarnya.

Rovan telah berusaha berkomunikasi secara pribadi dengan RM untuk meminta klarifikasi, namun tidak ada tanggapan yang memadai. Oleh karena itu, ia memberikan ultimatum kepada UT dan RM untuk meminta maaf secara terbuka hingga Senin depan. Jika tidak ada permintaan maaf yang ditayangkan melalui media atau video yang ditujukan kepada masyarakat Gentuma Raya, Rovan akan melanjutkan proses hukum.

“Saya tegaskan, ini bukan soal politik, melainkan soal harga diri masyarakat Gentuma Raya. Jika sampai batas waktu yang saya berikan tidak ada permintaan maaf, saya akan melaporkan UT dan RM secara pribadi dan atas nama masyarakat Gentuma Raya,” tegasnya.

Rovan berharap langkah ini dapat memberikan pelajaran bagi pihak yang terlibat agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial, serta mencegah penggunaan media untuk tujuan yang merugikan kelompok masyarakat tertentu. (***)

Promo Spesial 11.11 TikTokShop

Promo Kursi Gaming

Rp5xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Kursi Kerja Ergonomis

Rp3xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Meja Kerja/Gaming

Rp2xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Meja Kerja/Gaming

Rp2xx.xxx

Belanja Aman di Sini

You cannot copy content of this page