Gorontalo, 27 Mei 2025 — Puluhan mahasiswa dan pemuda yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Peduli Provinsi Gorontalo menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Provinsi Gorontalo, Selasa siang (27/5). Mereka menolak rencana kehadiran selebriti Gisel Anastasia dalam ajang Pohuwato Half Marathon, yang dinilai menyimpang dari tujuan awal kegiatan olahraga tersebut.
Dalam orasinya, Koordinator Lapangan Dicky M. menegaskan bahwa ajang olahraga seperti ini semestinya menjadi ruang apresiasi bagi potensi dan dedikasi pemuda lokal, bukan dijadikan panggung selebriti nasional.
“Kegiatan ini seharusnya menyoroti kontribusi anak muda Gorontalo. Kehadiran figur publik luar yang kontroversial justru mengaburkan nilai-nilai utama yang ingin diangkat,” tegas Dicky.
Aksi ini diwarnai dengan pembacaan petisi terbuka yang ditujukan kepada Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, berisi desakan agar gubernur menerbitkan surat rekomendasi kepada Bupati Pohuwato untuk membatalkan kehadiran Gisel. Petisi tersebut menekankan pentingnya menjaga arah dan nilai dari setiap kegiatan publik yang dibiayai atau didukung oleh pemerintah.
Dalam orasi yang dipimpin Risman dan Gobel, massa menyampaikan empat poin utama penolakan:
1. Mengangkat Potensi Lokal
Mengundang artis nasional dikhawatirkan akan menggeser sorotan dari kontribusi pemuda dan seniman lokal.
2. Menjaga Nilai Moral dan Budaya Lokal
Gisel pernah terlibat skandal yang bertentangan dengan nilai moral masyarakat Gorontalo. Kehadirannya dinilai tidak memberi contoh yang positif bagi generasi muda.
3. Mencegah Preseden Negatif
Menghadirkan figur kontroversial bisa menjadi preseden buruk dalam penyelenggaraan kegiatan publik ke depannya.
4. Menjaga Fokus Acara
Pohuwato Half Marathon semestinya menjadi ajang promosi hidup sehat dan sportivitas, bukan hiburan berbalut kontroversi.
Menanggapi aksi tersebut, Asisten I Pemerintah Provinsi Gorontalo turun langsung menemui massa. dan menerima surat petisi, Ia menyatakan bahwa aspirasi mahasiswa akan diteruskan kepada Gubernur dan pihaknya juga tadi di dala ruangan sedang membahas berbagai aspek termasuk isu pro dan kontra terkait aksi-aksi vulgar dalam hajatan publik, yang dinilainya relevan dengan tuntutan massa.
“Kami juga tadi mengadakan rapat yang kurang lebih kasusnya hampir sama dengan tuntutan mahasiswa,” ujarnya.
Sebelum membubarkan diri, massa menegaskan bahwa jika tuntutan ini tidak direspons secara serius oleh pihak pemerintah, mereka siap menggelar *aksi lanjutan* dalam waktu dekat. (RM)
















