, Tuban – Pelayanan hotel yang seharusnya ramah dan profesional justru dikeluhkan oleh seorang tamu di Hotel Mustika, Tuban. WH, seorang wartawan yang tengah berencana memesan kamar dan merekomendasikan hotel tersebut kepada tamu undangan dari Surabaya, mengaku mendapatkan perlakuan tidak sopan dari pihak keamanan hotel.
Menurut WH, insiden bermula saat ia menunggu temannya di area parkir hotel. Tiba-tiba, seorang satpam datang dan dengan nada tidak sopan meminta WH untuk memarkir kendaraannya di pos satpam. “Saya menunggu teman di utara musholla hotel. Tiba-tiba, oknum keamanan datang dan dengan nada tidak sopan menyuruh saya parkir di pos satpam,” ungkap WH.
WH mengikuti arahan tersebut, namun di pos satpam, satpam tersebut berbicara dengan nada tidak jelas dan menuduh WH hendak melakukan tindakan tidak senonoh. “Satpam itu menuduh saya mau open BO. Ini sangat tidak sopan, apalagi ketika saya mengatakan bahwa saya wartawan, dia malah berkata dengan nada tinggi bahwa dia tidak peduli,” tambah WH.
Menanggapi kejadian tersebut, Ketua Aliansi Wartawan Tuban, Hery, mengkonfirmasi bahwa anggotanya diperlakukan tidak sopan oleh pihak keamanan hotel. “Betul, anggota saya diperlakukan tidak sopan oleh satpam Hotel Mustika. Tindakan arogansi ini sangat kami sayangkan, terutama dari hotel sebesar Hotel Mustika di Tuban yang seharusnya memberikan pelayanan ramah,” ujar Hery.
Hery juga mempertanyakan sikap satpam yang menuduh adanya kegiatan tidak senonoh di hotel tersebut. “Satpam tersebut kok bisa-bisanya menuduh anggota saya mau open BO. Jika benar hotel ini digunakan untuk prostitusi, maka pihak terkait harus segera menindak,” tegas Hery.
Pihak manajemen hotel, melalui pernyataan Bapak Fajar, menyatakan bahwa mereka akan menegur satpam yang bersangkutan. “Satpam seharusnya bersikap sopan kepada semua tamu,” kata Fajar. Mengenai tuduhan adanya kegiatan tidak senonoh, Fajar menjelaskan bahwa hal tersebut merupakan kasus di mana orang tertipu melalui transfer untuk open BO dan marah-marah karena orang yang ditunggu tidak datang.
















