Indra S. Dukalang, penyuluh pertanian lapangan (PPL) Desa Motilango, menjelaskan bahwa dari 724 penerima kartu tani yang berasal dari 31 kelompok tani, sebanyak 616 orang telah menerima kartu mereka, sementara 108 orang lainnya masih belum menerima. Data ini merujuk pada penerima untuk tahun 2022/2023.
Petugas Bansos BRI, Iman Radjak, dalam wawancara langsung dengan media, menyatakan bahwa penyaluran kartu tani masih terus berlangsung. Ia menekankan pentingnya sosialisasi dan pemanfaatan kartu tani ini, terutama mengingat data e-alokasi pupuk bersubsidi tahun 2022 di Kecamatan Tibawa menunjukkan bahwa dari 5.580 orang yang berhak menerima, 1.666 orang belum tersalur. Untuk tahun 2023, hanya 38 orang yang telah menerima kartu, sementara 471 orang lainnya masih menunggu.
Iman Radjak menambahkan bahwa di beberapa provinsi di Indonesia, kartu tani sudah mulai digunakan, namun di Gorontalo, implementasinya belum optimal karena memerlukan sinkronisasi data antara aplikasi iPubers dan kartu tani. Sinkronisasi ini penting untuk menghindari kelebihan atau kekurangan penyaluran pupuk bersubsidi kepada petani. Ketersediaan perangkat EDC di Kios Pupuk Lengkap (KPL) juga merupakan kunci untuk memaksimalkan penyaluran kartu tani ini.
Iman berharap kelompok tani di Desa Motilango dapat memanfaatkan kartu tani ini dengan baik, sehingga program pemerintah dapat berjalan sukses. Ia juga menegaskan bahwa pihak BRI siap melayani dan terus menyalurkan kartu tani ini.
PPL Desa Motilango mengapresiasi petugas Bansos BRI, Ramdan Mahmud, Pemerintah Desa Motilango yang diwakili oleh Noldianto Hongi, Ketua Gapoktan Payulimo, Arifin Mantida, serta kinerja PPL Kecamatan Tibawa, terutama Koordinator BBP Tibawa, Warno Luawo, S.TP. Dukungan dari UD. TANI SEJAHTERA sebagai penyalur pupuk bersubsidi di wilayah Labanu dan Motilango, serta tokoh masyarakat seperti Alex Musalam dan Sarina Supu Kusi, juga mendapat penghargaan atas kontribusi mereka dalam mempermudah penyaluran kartu tani ini. (SD)
