Dalam sambutannya, Suhaemi menyoroti pentingnya imunisasi dalam mencegah penyebaran virus polio, terutama setelah penurunan cakupan imunisasi rutin akibat pandemi COVID-19. Ia mengungkapkan bahwa beberapa kabupaten/kota mengalami kejadian luar biasa terkait polio virus tipe 2, sehingga upaya penanggulangan melalui imunisasi sangat diperlukan.
“Data menunjukkan penurunan signifikan dalam cakupan imunisasi rutin, termasuk polio OPV tetes dan IPV. Oleh karena itu, pencanangan PIN Polio ini menjadi langkah penting untuk melindungi anak-anak usia 0-7 tahun dari penyakit polio,” ujar Suhaemi.
Suhaemi berharap, melalui PIN Polio yang akan berlangsung serentak pada 23-29 Juli 2024 di 28 provinsi, Kalteng dapat berkontribusi dalam mempertahankan status bebas polio, menuju dunia bebas polio pada 2026. Ia mengajak seluruh orang tua untuk membawa anak-anak mereka ke Pos PIN terdekat guna mendapatkan vaksin polio.
Sejak Maret 2014, Indonesia bersama negara anggota WHO di Regional South East Asia Region (SEARO) telah menerima sertifikat bebas polio. Namun, ancaman polio masih ada di beberapa negara seperti Afghanistan dan Pakistan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Kalteng, dr. Rizal Syahputra, MAP., menambahkan bahwa target imunisasi pemerintah adalah 376.000 anak di seluruh Indonesia, termasuk Kalteng. Imunisasi akan dilaksanakan di fasilitas kesehatan seperti Puskesmas, Puskesmas Pembantu, dan Puskesdes.
Pada kesempatan tersebut Kepala Dinas Kesehatan Prov. Kalteng menyampaikan bahwa imunisasi ini yang dilaksanakan adalah putaran pertama, selanjutnya dilanjutak di bulan Agustus 2024 nanti.
Tanpa memandang status, imunisasi ini diberikan, kita mencoba membendung penyebaran penyakit, sehingganya mencegah lebih baik dari pada mengobati, terangnya.
Acara ini juga dihadiri oleh Hj. Anitha Nuryakin, Ketua IV Bidang Kesehatan Keluarga dan Lingkungan, yang mewakili Ketua TP-PKK Provinsi Kalteng, serta berbagai kepala perangkat daerah, instansi vertikal, organisasi profesi kesehatan, dan organisasi kemasyarakatan. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan penuh terhadap suksesnya PIN Polio 2024 di Kalteng. (Nala)
