Rakor dibuka oleh Anggota KPU Kabupaten Gorontalo, Hadijah Hamsah, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya DPS sebagai salah satu indikator utama dalam menentukan kualitas penyelenggaraan Pilkada di Kabupaten Gorontalo. Menurut Hadijah, tantangan terbesar dalam penyusunan DPS adalah menjaga akurasi data pemilih yang sangat dinamis dan terus berubah.
“Data pemilih kita sangat dinamis, bahkan setiap detiknya ada kemungkinan terjadi perpindahan penduduk akibat berbagai keadaan yang tidak terencana,” ujar Hadijah. Ia menambahkan bahwa tantangan lainnya termasuk perubahan status personel TNI dan Polri, serta penyesuaian data penduduk yang meninggal dunia. Semua faktor ini harus diperhitungkan dengan cermat untuk memastikan daftar pemilih yang akurat dan relevan.
Selain itu, Hadijah menekankan bahwa kesuksesan penyusunan DPS tidak hanya bergantung pada KPU semata, tetapi juga pada koordinasi yang solid antara semua pihak terkait. “Melalui Rakor ini, kami berharap dapat memperkuat kerja sama dan koordinasi untuk menghasilkan DPS yang mendukung pelaksanaan Pilkada yang adil, berkualitas, dan transparan,” tambahnya.
Rakor ini kemudian dilanjutkan dengan sesi yang dipandu oleh Windarto Bahuwa, Anggota KPU Kabupaten Gorontalo Divisi Data. Sesi ini bertujuan untuk mengkoordinasikan teknis penetapan DPS dengan melibatkan seluruh Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) se-Kabupaten Gorontalo.
Hadir pula pada acara tersebut Plh Ketua KPU Kabupaten Gorontalo, Sowan Dehi, yang memberikan arahan tentang pentingnya ketelitian dan integritas dalam proses penetapan DPS. Dengan Rakor ini, KPU Kabupaten Gorontalo berharap dapat menyelesaikan tahapan penyusunan DPS dengan akurat dan tepat waktu, sehingga mendukung keberhasilan Pilkada 2024. (***)
