Tajuk – Pada ajang Pilkada Serentak 2024, pasangan calon bupati dan wakil bupati Roni Imran dan Ramdhan Mapaliey dengan nomor urut 1, tampil dengan janji untuk memajukan sector pertanian dan perikanan melalui tagline mereka yang menggugah, “Bersatu Kase Bae Gorut.” Dalam lanskap politik yang seringkali dihiasi dengan janji-janji besar, pendekatan pasangan ini menekankan aksi nyata dan pemahaman mendalam terhadap masalah yang dihadapi petani dan nelayan, dua sektor penting yang menjadi tulang punggung ekonomi Gorontalo Utara.
Namun, di balik janji tersebut, pertanyaan penting harus diajukan: apakah komitmen mereka benar-benar akan membawa perubahan yang diinginkan oleh petani dan nelayan Gorontalo Utara?
Memahami Kondisi di Lapangan
Memahami kebutuhan petani dan nelayan tak bisa hanya dengan retorika atau data dari atas meja. Pemimpin yang baik harus hadir langsung di lapangan, berbicara dengan masyarakat, memahami kesulitan yang mereka hadapi, dan merumuskan solusi bersama. Pendekatan ini menunjukkan komitmen partisipatif, di mana suara petani dan nelayan akan didengarkan secara langsung.
Namun, tantangan di sektor ini tidak mudah. Pertanian dan Perikanan Gorontalo Utara menghadapi berbagai masalah, seperti akses yang terbatas terhadap teknologi dan infrastruktur, ketidakstabilan harga hasil pertanian dan tangkapan ikan, serta kurangnya dukungan dalam bentuk pelatihan dan penyuluhan. Mampukah Roni dan Ramdhan merealisasikan janji mereka dengan terjun langsung dan memastikan kebijakan yang diambil tepat sasaran?
Masalah keterbatasan fasilitas bagi nelayan lokal, seperti minimnya tempat pelelangan ikan yang memadai, kurangnya akses terhadap bahan bakar bersubsidi, dan peralatan tangkap yang ketinggalan zaman. Nelayan seringkali dihadapkan pada kendala yang membuat mereka sulit bersaing dengan industri perikanan besar. Semua ini memerlukan kebijakan strategis yang lebih dari sekadar janji politik.
Tagline “Bersatu Kase Bae Gorut”: Filosofi atau Sekadar Jargon?
Tagline “Bersatu Kase Bae Gorut” mencerminkan visi inklusif yang menyatukan masyarakat Gorontalo Utara untuk bersama-sama membangun daerah. Ini adalah gagasan yang kuat, tetapi jika diurai, konsep “bersatu” ini harus diwujudkan dalam kebijakan yang mendukung semua elemen masyarakat, terutama mereka yang berada di sektor-sektor krusial seperti pertanian dan perikanan.
Nelayan dan petani Gorontalo Utara selama ini sering merasa terpinggirkan, hanya menerima perhatian politik musiman menjelang Pilkada. Bantuan seringkali datang terlambat, atau program pemerintah hanya menyentuh sebagian kecil dari mereka. Roni Imran dan Ramdhan Mapaliey berjanji akan mengubah hal tersebut, tetapi janji ini membutuhkan perubahan struktural besar dalam bagaimana pemerintah daerah mendukung sektor perikanan dan pertanian. Apakah pasangan ini mampu memperkenalkan kebijakan yang benar-benar berkelanjutan?
Nelayan dan Tantangan Perikanan di Gorontalo Utara
Selain petani, nelayan juga menjadi bagian penting dari perekonomian Gorontalo Utara. Lautan yang kaya sumber daya menjadi mata pencaharian utama bagi banyak warga. Namun, nasib nelayan seringkali terabaikan dalam kebijakan pembangunan daerah. Roni Imran dan Ramdhan Mapaliey menyoroti masalah nelayan kecil yang kurang mendapat akses terhadap peralatan tangkap modern, serta buruknya infrastruktur perikanan di daerah pesisir.
Nelayan Gorontalo Utara menghadapi berbagai masalah, mulai dari kurangnya akses terhadap bahan bakar bersubsidi hingga infrastruktur tempat pelelangan ikan yang tidak memadai. Tanpa dukungan pemerintah yang kuat, mereka sering kali dipaksa menjual hasil tangkapan dengan harga yang rendah, merugikan mereka secara ekonomi. Pasangan Roni-Ramdhan berjanji untuk membenahi infrastruktur perikanan dan memastikan nelayan mendapat akses yang lebih baik terhadap pasar dan peralatan yang dibutuhkan.
Selain itu, persoalan keberlanjutan sumber daya laut juga menjadi tantangan besar. Aktivitas penangkapan ikan berlebih dan kurangnya regulasi yang ketat dapat merusak ekosistem laut. Dalam hal ini, kebijakan yang berfokus pada keberlanjutan harus menjadi prioritas, termasuk memberikan pendidikan kepada nelayan tentang praktik perikanan yang berkelanjutan. Pasangan ini menyatakan bahwa mereka akan memperkuat regulasi dan memberikan dukungan teknis kepada nelayan agar praktik penangkapan yang mereka lakukan dapat terus mendukung ekosistem laut untuk jangka panjang.
Ketahanan Pangan dan Ekonomi Daerah
Komitmen pasangan ini untuk memperkuat ketahanan pangan melalui peningkatan produktivitas pertanian dan perikanan patut diapresiasi. Namun, keberhasilan janji tersebut sangat bergantung pada bagaimana mereka dapat menciptakan kebijakan yang mendukung akses pasar bagi petani dan nelayan. Banyak hasil tani dan tangkapan nelayan yang melimpah seringkali tidak mendatangkan kesejahteraan karena buruknya akses distribusi dan minimnya dukungan infrastruktur.
Jika pasangan Roni Imran – Ramdhan Mapaliey serius dalam mewujudkan komitmennya, diperlukan investasi besar-besaran dalam infrastruktur, baik untuk pertanian maupun perikanan. Mulai dari peningkatan sistem irigasi untuk pertanian, perbaikan pelabuhan perikanan, hingga pembangunan jalan akses yang memadai untuk distribusi hasil tani dan tangkapan ikan. Selain itu, program penyuluhan dan pelatihan bagi petani dan nelayan juga harus diperkuat untuk memastikan mereka mampu mengadopsi teknologi modern yang dapat meningkatkan produktivitas.
Menghadapi Realita Politik
Seperti halnya dengan janji kepada petani, janji kepada nelayan juga tidak bisa dilihat tanpa skeptisisme. Pengalaman mengajarkan kita bahwa janji politik sering terhambat oleh dinamika birokrasi, anggaran yang terbatas, dan kepentingan politik lainnya. Apakah pasangan Roni dan Ramdhan mampu mengatasi tantangan ini dan benar-benar membawa perubahan bagi nelayan di Gorontalo Utara?
Kesimpulan
Pada akhirnya, janji pasangan Roni Imran – Ramdhan Mapaliey untuk memperjuangkan nasib petani dan nelayan Gorontalo Utara harus dilihat sebagai ujian kepemimpinan yang nyata. Tagline “Bersatu Kase Bae Gorut” hanya akan bermakna jika mereka mampu merangkul seluruh elemen masyarakat, khususnya petani dan nelayan, serta memberikan solusi konkret terhadap masalah-masalah yang selama ini belum terselesaikan.
Pertanian dan Perikanan adalah dua sektor krusial bagi keberlanjutan ekonomi daerah, dan tanpa perhatian serius, janji-janji tersebut hanya akan menjadi bagian dari siklus politik yang berulang. Untuk itu dibutuhkan komitmen yang pasti dari pasangan ini. (BYP)
