Mikdad menjelaskan bagaimana kejadian tersebut melibatkan penculikan dan pembunuhan terhadap jenderal TNI, yang merupakan saksi bisu dari tragedi itu. Sebagai Hari Kesaktian Pancasila, peristiwa ini diharapkan menjadi pengingat bagi generasi muda untuk tidak terjebak dalam konflik ideologi yang dapat memecah belah bangsa.
Ia menegaskan pentingnya belajar dari sejarah, agar generasi penerus dapat menjaga persatuan dan kesatuan, sesuai semboyan “Bhinneka Tunggal Ika.” Pemahaman yang mendalam tentang sejarah membantu generasi muda menghindari provokasi yang dapat mengancam keutuhan bangsa. Oleh karena itu, Mikdad berharap setiap peristiwa sejarah dapat berfungsi sebagai alarm untuk meningkatkan kewaspadaan dan menjaga harmoni di tengah tantangan ideologi yang terus ada (***)
