Kehadiran dr. Rizal Alaydrus membawa suasana yang berbeda, dengan sekitar seribu orang hadir, bahkan banyak di antaranya rela berdiri menunggu orasi politiknya. Dalam kesempatan itu, dr. Rizal memperkenalkan diri sebagai putra asli Gorontalo Utara, mengisahkan perjalanan pendidikannya dari SD Gentuma hingga S2 di Inggris. “Saya ingin memastikan tidak ada yang meragukan latar belakang akademis saya,” tuturnya.
Ia menekankan pentingnya memiliki ‘hati’ dalam kepemimpinan, mengatakan, “Daerah ini tidak hanya membutuhkan orang pintar, tetapi juga orang yang peduli terhadap rakyat.” dr. Rizal juga menyebutkan prestasinya di kancah internasional, tetapi menegaskan bahwa yang lebih penting adalah bagaimana pemimpin dapat melayani masyarakat.
Di tengah orasinya, dr. Rizal mengklarifikasi isu yang beredar bahwa mereka berniat “menggadaikan” Gorontalo Utara. “Kami tidak pernah berpikir untuk menjual daerah. Semua isu yang beredar adalah berita hoax,” tegasnya. Ia juga menjelaskan kontribusi Yayasan Alayidrus Bersaudara dalam membantu masyarakat, termasuk pembagian beras dari hasil pertanian.
Mengapa ia dan keluarganya mendukung H. Roni Imran dan Ramdhan Mapaliey? Dr. Rizal menjelaskan latar belakang historis keluarganya, termasuk jasa almarhum ayahnya dalam pembentukan Gorontalo Utara. “H. Roni adalah sosok yang membantu kami saat terpuruk. Kami tidak akan melupakan itu,” ujarnya.
Ia menambahkan, dukungannya kepada Ramdhan Mapaliey berakar dari sikapnya yang mengutamakan keluarga di atas jabatan. “Orang yang berhati besar seperti Ramdhan adalah yang kita perlukan,” jelasnya.
Di akhir orasi, dr. Rizal menegaskan bahwa setiap warga, tanpa memandang latar belakang, berhak untuk berpartisipasi dalam pemerintahan. “Menjadi kepala daerah adalah hak semua lapisan masyarakat,” tutupnya. (Red)
