Abdul Razak menekankan pentingnya diversifikasi sektor ekonomi, menyatakan bahwa pembangunan tidak seharusnya bergantung pada satu lini saja. Ia berkomitmen untuk mengembangkan sektor-sektor strategis guna mendukung pembangunan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Menyikapi meningkatnya angka kemiskinan, ia menawarkan solusi melalui pembukaan lapangan kerja dan pemberdayaan UMKM, agar masyarakat, terutama di daerah terpencil, dapat merasakan dampak positif dari pembangunan.
Di sisi lain, Sri Suwanto menyoroti potensi ekonomi hijau dan pentingnya produktivitas yang sejalan dengan pelestarian lingkungan. Ia percaya bahwa pengembangan industri berbasis sumber daya alam dan inovasi dari startup dapat berkontribusi pada kemajuan Kalteng. Selain itu, Sri menyatakan bahwa dengan memaksimalkan sektor pertanian, perkebunan, dan jasa, PAD Kalteng dapat ditingkatkan hingga 85 persen, dengan catatan peningkatan kualitas SDM.
Pasangan ASRI optimis bahwa rencana dan solusi yang mereka tawarkan dapat menjawab tantangan pembangunan dan ekonomi di Kalimantan Tengah. (Nala)
