Digitalisasi dan Keamanan, Kunci Kelancaran Arus Balik Libur Panjang di Pelabuhan ASDP

Foto: Istimewa

Jakarta, 31 Januari 2025 – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mencatat lonjakan signifikan trafik penumpang dan kendaraan selama arus balik long weekend Isra Miraj dan Tahun Baru Imlek 2025. Lonjakan ini menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat yang memanfaatkan liburan panjang, baik untuk wisata maupun perjalanan keluarga.

Lonjakan Penumpang dan Kendaraan Berdasarkan data produksi periode 24-30 Januari 2025, beberapa lintasan utama mengalami peningkatan signifikan. Di lintasan Merak-Bakauheni, sebanyak 233.962 penumpang menyeberang dari Sumatera ke Jawa, naik 64% dibandingkan tahun lalu. Sementara itu, dari Jawa ke Sumatera tercatat 249.542 penumpang, meningkat 51% dari tahun sebelumnya. Adapun jumlah kendaraan yang menyeberang mencapai 59.593 unit dari Sumatera ke Jawa dan 60.139 unit dari Jawa ke Sumatera, yang masing-masing mengalami kenaikan 44% dan 40%.

Sementara di jalur Ketapang-Gilimanuk, arus balik dari Bali ke Jawa mencatat 180.451 penumpang, naik 25%, dengan jumlah kendaraan mencapai 44.431 unit atau meningkat 14%. Sebaliknya, pergerakan dari Jawa ke Bali mencapai 181.074 penumpang, naik 29%, dengan kendaraan sebanyak 44.279 unit atau meningkat 20%.

Transformasi Digital untuk Kenyamanan Corporate Secretary ASDP, Shelvy Arifin, menegaskan bahwa digitalisasi layanan menjadi faktor penting dalam mengelola lonjakan trafik ini. Penerapan sistem tiket online melalui aplikasi Ferizy telah membantu mempercepat proses keberangkatan dan mengurangi antrean di pelabuhan.

“Transformasi digital dalam lima tahun terakhir bertujuan memberikan kemudahan bagi pengguna jasa. Saat ini, reservasi tiket online Ferizy telah diterapkan di 28 pelabuhan di seluruh Indonesia, termasuk pelabuhan utama seperti Merak, Bakauheni, Ketapang, dan Gilimanuk,” ungkap Shelvy.

Selain itu, ASDP juga menerapkan sistem geofencing, di mana tiket hanya bisa dibeli melalui aplikasi atau loket resmi, guna memastikan keamanan transaksi dan menghindari calo tiket. Pembelian tiket kini dapat dilakukan hingga 60 hari sebelum keberangkatan dengan metode pembayaran yang beragam, termasuk melalui transfer bank dan dompet digital.

Prioritas Keselamatan di Tengah Cuaca Ekstrem Dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem, ASDP memperkuat aspek keselamatan dengan berkoordinasi bersama BMKG dan regulator pelayaran. Instruksi Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menggarisbawahi pentingnya kesiapan armada dalam menghadapi kondisi ekstrem seperti hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi.

Shelvy menegaskan bahwa ASDP tidak akan ragu menunda atau membatalkan perjalanan jika kondisi cuaca dianggap membahayakan keselamatan penumpang. “Keselamatan adalah prioritas utama kami. Jika kondisi cuaca tidak memungkinkan, perjalanan dapat ditunda hingga situasi kembali aman untuk berlayar,” katanya.

Selain memastikan kesiapan armada, ASDP juga memperketat pemeriksaan alat keselamatan di kapal dan meningkatkan pengawasan di pelabuhan. Penumpang diimbau untuk selalu mematuhi aturan keselamatan dan mengikuti arahan petugas demi kelancaran perjalanan.

Tantangan dan Harapan ke Depan Lonjakan trafik selama libur panjang ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi ASDP dalam meningkatkan kualitas layanan. Dengan digitalisasi dan manajemen operasional yang lebih optimal, ASDP berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, terutama dalam menghadapi periode liburan yang diprediksi akan terus meningkat di masa mendatang.

Melalui kombinasi teknologi dan kebijakan keselamatan yang ketat, ASDP memastikan bahwa setiap perjalanan tetap nyaman, aman, dan efisien bagi seluruh pengguna jasa ferry di Indonesia. (Agusnadi)

You cannot copy content of this page

Exit mobile version